Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemensos Ungkap Ada 4,5 Juta Keluarga Ajukan Bansos Sepanjang 2026
Konferensi Pers Kupas Desil oleh Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Kemensos mencatat 4.505.554 keluarga mengajukan usulan bantuan sosial sepanjang 2026 hingga September.
  • Jumlah usulan pada 2026 lebih rendah dibandingkan 6.357.367 keluarga pada 2025.
  • Pemutakhiran data menjadi pedoman penyaluran, sementara warga dapat menyanggah data melalui jalur tersedia, kelurahan, atau desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Sebanyak 6.357.367 keluarga mengajukan usulan mendapatkan bansos. Tercatat 57.907 keluarga melakukan sanggahan data penerima.

2026

Usulan bansos mencapai 4.505.554 keluarga. Perubahan data dapat terjadi pada setiap triwulan.

September

Jumlah keluarga yang disanggah pada 2026 mencapai 24.521 hingga September.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemensos mencatat 4.505.554 keluarga mengajukan usulan untuk mendapatkan bansos sepanjang 2026 hingga September.
  • Who?
    Kemensos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, keluarga pengaju usulan bansos, dan masyarakat yang menyanggah data.
  • Where?
    Jakarta, dalam konferensi pers di kantor Menteri Sosial.
  • When?
    Sepanjang 2026 hingga September; keterangan disampaikan Selasa (8/9/2026).
  • Why?
    Data hasil pemutakhiran digunakan sebagai pedoman penyaluran bansos karena kondisi penerima dapat berubah.
  • How?
    Warga dapat mengajukan usulan atau sanggahan melalui jalur yang tersedia, termasuk kelurahan atau desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemensos menerima usulan bantuan sosial dari 4.505.554 keluarga sampai September 2026. Gus Ipul berkata data dipakai untuk membagikan bantuan. Data bisa berubah setiap tiga bulan. Kalau orang merasa masih berhak tetapi namanya tidak ada, mereka boleh menyanggah lewat jalur yang ada, kelurahan, atau desa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penggunaan data hasil pemutakhiran sebagai pedoman penyaluran membuka ruang agar kondisi penerima diperbarui secara berkala. Kesempatan menyanggah data melalui jalur yang tersedia, kelurahan, atau desa juga memberi warga cara untuk menyampaikan keberatan ketika merasa masih berhak menerima bansos namun tidak lagi tercatat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat 4.505.554 keluarga mengajukan usulan untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) sepanjang 2026 hingga September. Kemensos menyebut data hasil pemutakhiran menjadi dasar penyaluran bansos, sehingga perubahan kondisi penerima dapat membuat seseorang yang sebelumnya menerima menjadi tidak menerima, atau sebaliknya.

"Yang penting basisnya data dulu, ya. Kita ini yang penting basisnya data dulu. Data inilah yang kemudian kita jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yangh kerap disapa Gus Ipul, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (8/9/2026).

1. Jutaan keluarga mengajukan bansos

Konferensi Pers Kupas Desil oleh Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Gus Ipul menyebut jumlah usulan bansos pada 2026 telah mencapai 4.505.554 keluarga. Angka itu lebih rendah dibandingkan 2025, ketika terdapat 6.357.367 keluarga yang mengajukan usulan mendapatkan bansos.

"Sementara di tahun 2026 ada sampai sekarang 4.505.554 keluarga yang mengajukan untuk mendapatkan bansos," kata dia.

2. Puluhan ribu keluarga menyanggah

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain mengajukan bansos, masyarakat juga dapat menyanggah data penerima. Pada 2025 tercatat 57.907 keluarga melakukan sanggahan, baik terhadap data diri sendiri maupun orang lain. Pada 2026, jumlahnya mencapai 24.521 keluarga hingga September.

"Di tahun 2026 ini sudah ada sampai bulan ini (September) 24.521 keluarga yang disanggah, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain," katanya.

3. Data berubah, warga bisa mengajukan sanggahan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, Selasa (2/6/2026). (Dok. Kemensos)

Dia juga mengatakan perubahan data dapat terjadi pada setiap triwulan. Warga yang merasa masih berhak menerima bansos tetapi tidak lagi tercatat dapat mengajukan sanggahan melalui jalur yang tersedia, termasuk kelurahan atau desa.

"Itu masih kita berikan kesempatan untuk melakukan sanggahan, baik itu lewat jalur-jalur yang ada maupun langsung ke kelurahan maupun ke desa," kata Gus Ipul.

Curated For You

Editorial Team

Related Article