Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengakui program pelatihan pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menghabiskan biaya hingga Rp1 triliun. Biaya itu mencakup berbagai komponen di dalam pendidikan bela negara bagi 35.476 calon manajer kopdes.
Masing-masing peserta memakan biaya mencapai Rp30.001.932. Bila dikalikan dengan total 35.476 calon manajer kopdes yang dibiayai, maka total mencapai Rp1.064.348.539.632 (Rp1 triliun).
Hal itu mengonfirmasi temuan keterangan yang pernah disampaikan Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin bahwa biaya pendidikan latihan dasar militer bagi masing-masing calon manajer kopdes mencapai Rp30 juta. Sementara, biaya pelatihan manajerial bagi calon manajer menembus angka Rp15 juta.
Dengan demikian,, total biaya pendidikan yang dikeluarkan bagi masing-masing calon manajer Kopdes mencapai Rp45 juta. Namun, Kemhan tidak memaparkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan manajerial lantaran hal tersebut merupakan ranah dari Kementerian Koperasi.
Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, mengatakan, biaya Rp1 triliun itu tidak akan diambil dari pos anggaran Kemhan. Mereka akan mengajukan anggaran tersebut ke Kementerian Keuangan.
"Jadi, pos anggaran yang digunakan untuk kegiatan penyiapan SDM ini, kami ajukan ke Kementerian Keuangan. Jadi, tidak mengganggu atau membebani anggaran dari APBN, terutama dari DIPA UO Kemhan atau UO TNI," kata Wisnu ketika menjawab pertanyaan IDN Times di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
"Jadi, per orang dialokasikan Rp30 juta yang kalau dirinci untuk membiayai seleksi dan kaporlap (kelengkapan perorangan lapangan)," kata dia.
Ketika ditanyakan apakah ini bermakna Kemhan mengajukan anggaran untuk pelatihan tersebut dengan sistem reimburse, Wisnu tak menampiknya.
“Proses reimburse-nya melalui mekanisme penelaahan oleh Kemenkeu lebih dulu sebelum adanya persetujuan anggaran yang akan didukung,” ujar dia.
