Ratusan Warga Miskin Korban Desil Demo di Kemensos

- Ratusan anggota Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan menggelar aksi di Kantor Kemensos, Jakarta, memprotes pengelompokan data desil yang dinilai tidak sesuai kondisi warga.
- KWJK menghimpun keresahan melalui posko advokasi di 21 kecamatan dan 49 kelurahan di lima wilayah Jakarta, disertai aduan serta verifikasi lapangan.
- Menurut KWJK, lebih dari 2.500 warga miskin kota terancam kehilangan bansos dan perlindungan sosial akibat sistem desil, yang dinilai bertentangan dengan kewajiban negara melindungi fakir miskin.
Jakarta, IDN Times - Ratusan Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) menggeruduk Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Salemba, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Pantauan IDN Times, warga dari Jakarta berada di depan pagar Kantor Kemensos dengan membawa sejumlah poster mengkritik ketidaksesuaian pengelompokan data desil yang tidak sesuai dengan kondisi warga.
Perwakilan KWJK, Tegar Afriansyah mengatakan, aksi massa hari ini merupakan puncak dari gelombang keresahan warga yang dihimpun melalui Posko Advokasi KWJK di 21 kecamatan, 49 kelurahan di lima wilayah kotamadya DKI Jakarta.
"Dari hasil aduan dan verifikasi lapangan, KWJK menemukan lebih dari 2.500 warga miskin kota terancam diputus dari bantuan sosial (bansos) dan perlindungan sosial lainnya akibat kategorisasi sistem desil yang sama sekali tidak mencerminkan kondisi hidup warga sesungguhnya," ucapnya.
Dia menegaskan, hal ini tidak sejalan dengan konstitusi Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
"Di sini letak kekeliruan negara dalam melindungi dan mengelola rakyat miskin, sehingga pada faktanya masih banyak jutaan rakyat Indonesia terancam kehilangan haknya karena desil yang tidak sesuai dengan kondisi rill kehidupan masyarakat," ujarnya.





















