Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesaksian Sopir Ambulans 10 Jam Evakuasi Korban Tabrakan Kereta KRL
Sopir Ambulans, Dimas di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026)/( IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Dimas Saputra, sopir ambulans swasta, bekerja lebih dari 10 jam tanpa henti mengevakuasi korban tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.
  • Kepadatan lalu lintas membuat evakuasi sulit, dengan sekitar 300 ambulans dikerahkan untuk membantu proses penyelamatan di lokasi kejadian.
  • Data KAI mencatat 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka, sementara layanan KRL Bekasi–Cikarang mulai pulih bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Kecelakaan antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada malam hari.

28 April 2026

Sekitar pukul 20.00 WIB, Dimas Saputra menerima panggilan untuk membantu evakuasi korban kecelakaan. Ia mulai bergerak menuju lokasi dan bekerja selama lebih dari 10 jam tanpa henti.

22.00–01.00

Arus kendaraan menuju lokasi kecelakaan nyaris lumpuh akibat kepadatan lalu lintas. Enam armada ambulans termasuk milik Dimas bolak-balik mengangkut korban ke RSUD Kota Bekasi.

29 April 2026

PT KAI menyampaikan pembaruan data korban: total 107 orang, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Pemulihan layanan KRL lintas Bekasi–Cikarang mulai dilakukan dengan uji coba operasional pertama yang berjalan aman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan terjadi antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka serta proses evakuasi berlangsung selama berjam-jam.
  • Who?
    Dimas Saputra, sopir ambulans swasta, bersama ratusan pengemudi ambulans lainnya terlibat dalam evakuasi korban. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di area Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi menggunakan sejumlah armada ambulans.
  • When?
    Kecelakaan berlangsung pada Senin malam, 27 April 2026. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga dini hari tanggal 28 April 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek per saat ini masih belum diketahui. Pihak berwenang belum menyampaikan hasil investigasi penyebab kecelakaan tersebut.
  • How?
    Evakuasi dilakukan oleh ratusan ambulans yang dikerahkan di lokasi dengan kondisi lalu lintas sangat padat. Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sesuai tingkat luka masing-masing
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Di balik deretan ambulans yang hilir mudik di tengah tragedi kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, ada sosok-sosok yang bekerja tanpa henti. Salah satunya Dimas Saputra (30), yang malam itu tak berhenti bergerak selama lebih dari 10 jam.

Dimas mengaku mulai menerima panggilan sekitar pukul 20.00 WIB, tak lama setelah ia selesai mengantar pasien. Tanpa jeda panjang, ia langsung bergerak menuju lokasi kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi.

“Dari jam 8-an saya sudah ditelepon, habis bawa pasien,” ujarnya pada IDN Times, Selasa, 28 April 2026.

1. Arus kendaraan nyaris lumpuh

Proses evakuasi bangkai gerbong KRL perempuan yang mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) sore. (IDN Times/Pitoko)

Memasuki malam, situasi di lapangan semakin padat. Sejak pukul 22.00 hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, arus kendaraan menuju lokasi nyaris lumpuh. Dimas bersama lima armada lainnya harus bolak-balik mengangkut korban dari titik kejadian ke RSUD Kota Bekasi.

“Dari jam 10 sampai jam 1 itu masih penuh, padat. Kita bolak-balik terus di satu lokasi kebetulan kita punyanya lima armada," katanya.

2. Ratusan ambulans turun ke lokasi

Proses evakuasi bangkai gerbong KRL perempuan yang mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) sore. (IDN Times/Pitoko)

Kondisi jalan yang macet parah menjadi tantangan utama. Bahkan, ambulans nyaris tak bisa melaju karena kepadatan kendaraan yang merayap.

“Benar-benar enggak bisa lewat, padat merayap. Ambulans sudah pada standby semua, sampai trotoar penuh,” ungkapnya.

Ia memperkirakan jumlah ambulans yang dikerahkan di Kota Bekasi mencapai ratusan unit. Seluruhnya siaga untuk mempercepat proses evakuasi korban.

“Kurang lebih ada 300-an ambulans di Bekasi kan, itu dia udah panik, pada turun semua. Kayaknya semua turun” ucap Dimas.

3. Korban alami luka ringan

Kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (Dok. Kemenhub)

Meski situasi di lapangan sempat panik, Dimas menyebut korban yang ia tangani sebagian besar mengalami luka ringan. Selama proses evakuasi, ia juga tidak mengalami kendala berarti.

“Kalau yang saya bawa luka ringan semua, aman-aman saja,” katanya.

Setelah proses evakuasi selesai, Dimas akhirnya bisa beristirahat. Namun, ia mengaku tetap siap jika sewaktu-waktu kembali dibutuhkan.

“Kalau butuh, kita OTW lagi. Kita 24 jam standby,” ujarnya.

Dimas sendiri merupakan sopir ambulans swasta dengan sistem panggilan. Di sela waktu, ia juga bekerja sebagai pengemudi ojek online.

4. Sebanyak 16 orang meninggal dunia

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mendatangi rumah duka salah satu kecelakaan KRL yany ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi. (IDN Times/Lia Hutasoit)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan update terkini terkait korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Menurut data KAI, hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Di sisi lain, pemulihan layanan KRL di lintas Bekasi–Cikarang mulai menunjukkan perkembangan. Setelah proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, uji coba operasional pertama telah berhasil dilaksanakan dengan aman.

Editorial Team