Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tumpahan Minyak di Lepas Pantai Oman Meluas, Ganggu Ekosistem Laut

Tumpahan Minyak di Lepas Pantai Oman Meluas, Ganggu Ekosistem Laut
ilustrasi tumpahan minyak (pexels.com/Jared Brotman)
Intinya Sih
  • Tumpahan minyak dari tanker Inggris yang terdampar sejak Juni telah mencapai garis pantai Oman dan meluas dari 20 menjadi 150 kilometer persegi.
  • Bercak minyak sangat pekat terlihat di sekitar Pulau Qibliyah, memicu kekhawatiran karena tumpahan berpotensi meracuni makhluk hidup dan mengganggu ekosistem laut.
  • Greenpeace memperkirakan tanker membawa 800 ribu barel minyak Rusia; Oman telah meminta pemilik memindahkan kapal dan berjanji menangani tumpahan agar tidak meluas ke Laut Arab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tumpahan minyak di lepas pantai Oman dilaporkan telah meluas. Dilansir The New Arab, Selasa (4/8/2026), citra satelit menunjukkan tumpahan minyak tersebut sudah sampai ke garis pantai Oman. Selain itu, tumpahan minyak tersebut juga sudah meluas jauh ke wilayah laut Oman. 

Tumpahan minyak ini berasal dari kapal tanker asal Inggris yang terdampar di lepas pantai Oman sejak Juni. Kapal tersebut disanksi oleh Inggris dan tidak boleh melanjutkan pelayarannya karena melakukan pelanggaran.

Kapal itu dikabarkan membawa pasokan minyak dari Rusia. Aksi ini terlarang karena Rusia saat ini sedang disanksi oleh negara-negara Eropa. Moskow dilarang menjual minyak ke luar negeri agar mereka tidak mendapatkan dana untuk menyerang Ukraina.   

1. Bercak minyak terlihat sangat pekat di Pulau Qibliyah

Tumpahan minyak yang pekat.
ilustrasi tumpahan minyak (pexels.com/Dan Cristian Pădureț)

Salah satu anggota Greenpeace Jerman, Nina Noelle, pada Senin (3/8/2026) mengatakan, jika merujuk pada citra satelit, tumpahan minyak di lepas pantai Oman ini menyebar ke seluruh area laut dengan cepat. Sebab, pada pekan lalu, tumpahan minyak masih berada di sekitar lepas pantai Oman dan belum meluas ke mana-mana.

Pada pekan lalu, cakupan tumpahan minyak hanya seluas 20 kilometer persegi. Sementara itu, cakupan tumpahan minyak saat ini sudah naik drastis menjadi 150 kilometer persegi.

Tumpahan minyak ini terlihat sangat pekat di perairan di sekitar Pulau Qibliyah yang ada di lepas pantai Kota Ghoffar, Oman. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya ekosistem laut. Sebab, tumpahan minyak yang terlalu banyak bisa meracuni semua makhluk hidup yang ada di laut.

2. Kapal diperkirakan membawa 800 ribu barel minyak dari Rusia

Kapal tanker minyak.
ilustrasi kapal tanker minyak (unsplash.com/Scott Tobin)

Menurut Greenpeace Jerman, kapal Inggris yang terdampar di lepas pantai Oman itu membawa sekitar 800 ribu barel minyak dari Rusia. Oleh karena itu, tumpahan minyak yang dihasilkan cukup besar sehingga bisa menyebar luas dalam waktu yang cepat.

“Perluasan dramatis (tumpahan minyak) ini menggarisbawahi ancaman lingkungan yang serius dan berkelanjutan yang ditimbulkan oleh kapal tanker yang terdampar dan menggambarkan bahaya yang terkait dengan praktik armada bayangan Rusia,” bunyi pernyataan resmi Greenpeace Jerman.

3. Pemerintah Oman sudah meminta pemilik kapal untuk mengambil kapalnya

Bendera Oman sedang berkibar.
potret bendera Oman (pexels.com/Ugurcan Ozmen)

Sebetulnya, Kementerian Transportasi, Informasi, dan Komunikasi Oman sudah mengirim pesan kepada pemilik kapal pada 23 Juli lalu. Langkah ini dilakukan untuk meminta mereka menyingkirkan kapalnya dari lepas pantai Oman. Namun, hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut apakah pesan tersebut sudah dibalas atau belum. 

Kendati demikian, Pemerintah Oman berjanji akan segera mengatasi tumpahan minyak di lepas pantai mereka. Sebab, jika dibiarkan, maka tumpahan minyak bisa makin meluas hingga ke sebagian besar Laut Arab. Hal ini tentu bisa membahayakan seluruh biota laut yang tinggal di perairan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More