Kisah Joko Menyisir RSUD Bekasi, Berujung Kabar Duka dari DVI

- Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi Arinjani Novita Sari (22) sebagai salah satu korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL melalui pencocokan sidik jari serta data medis.
- Paman korban, Joko, sempat melakukan pencarian intensif ke berbagai rumah sakit di Bekasi sebelum akhirnya menerima kabar duka dari hasil identifikasi resmi DVI.
- Dalam konferensi pers, Karumkit Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono menyatakan total 10 jenazah telah teridentifikasi lewat proses rekonsiliasi yang melibatkan tim gabungan forensik dan kepolisian.
Jakarta, IDN Times – Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Korban tersebut adalah Arinjani Novita Sari (22), yang teridentifikasi melalui pencocokan data primer berupa sidik jari serta data sekunder medis dan barang pribadi.
Kepastian ini menjadi jawaban atas pencarian panjang keluarga yang sebelumnya sempat diliputi ketidakpastian di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Sebelumnya, paman korban, yakni Joko tampak cemas saat memeriksa daftar nama korban di depan bangsal perawatan.
Nama keponakannya, Arinjani, saat itu tidak tercantum dalam daftar korban yang dirawat. Dengan wajah tegang, ia berulang kali mengecek papan informasi dan menghubungi anggota keluarga lainnya.
Dengan suara bergetar, Joko menceritakan komunikasi terakhir dengan keponakannya sebelum insiden terjadi.
“Semalam masih WA, bilang sebentar lagi sampai. Tapi setelah kejadian, tidak bisa dihubungi. Barang-barangnya ditemukan di stasiun,” ujar Joko sambil menunjukkan foto keponakannya.
Tak hanya di RSUD, Joko dan keluarga juga menyisir sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, mulai dari RS Hermina, RS Siloam, hingga RS Primaya. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Hingga akhirnya, nama Arinjani muncul dalam rilis resmi DVI sebagai korban meninggal dunia.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono mengatakan proses rekonsiliasi yang dilakukan pada Selasa (28/4/2026) pukul 14.00 WIB menyimpulkan 10 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer berupa sidik jari, serta data sekunder meliputi catatan medis dan properti milik korban.
"Tim gabungan dari RS Polri, Bidokes Polda Metro Jaya, Inafis, hingga tim forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP," ujar Prima dalam konferensi pers di RS Polri, Selasa, (28/4/2026).
















