Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Profil Abdul Kadir Karding, dari Menteri Jadi Kepala Badan Karantina Nasional

Profil Abdul Kadir Karding, dari Menteri Jadi Kepala Badan Karantina Nasional
Abdul Kadir Karding
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional dalam reshuffle kelima Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada 27 April 2026.
  • Abdul Kadir Karding, politikus senior PKB dan eks Sekjen DPP PKB 2014–2019, memiliki rekam jejak panjang di DPR serta pernah menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
  • Lulusan Universitas Diponegoro ini tercatat memiliki harta sekitar Rp8 miliar pada 2018 dan sempat menjadi sorotan publik saat debat Pilpres 2024 karena tudingan memberi arahan kepada Gibran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Abdul Kadir dilantik bersama sejumlah menteri dan kepala badan lainnya dalam reshuffle ke-5 Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.

Sebelumnya, Abdul Kadir Karding pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran/Kepala Badan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. Namun pada reshuffle kabinet 8 September 2025, Abdul Kadir dicopot dan digantikan oleh Mukhtarudin.

Saat awal pembentukan Kabinet Merah Putih, Abdul Kadir Karding termasuk salah satu pejabat yang dipanggil Prabowo ke kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Senin, 14 Oktober 2024. Saat panggilan tersebut, Karding mengaku diminta menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

Mantan anggota Komisi VII DPR ini saat itu mengatakan, Prabowo ingin memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran di luar negeri, dan ingin mendorong pemerintah mampu membuka lapangan kerja di luar negeri. 

"Presiden terpilih, untuk yang pertama, diminta fokus untuk memperkuat perlindungan terhadap pekerja-pekerja kita atau buruh migran kita di luar negeri. Yang kedua, kita berharap dari situ juga nanti akan membantu membuka lapangan kerja terutama di sektor yang ada di luar negeri," ujar Karding usai berkunjung di kediaman Prabowo.

Berikut profil dan rekam jejak Abdul Kadir Karding. 

1. Profil dan pendidikan Abdul Kadir Karding

Potret Abdul Kadir Karding. (Instagram @abdulkadirkarding)
Potret Abdul Kadir Karding. (Instagram @abdulkadirkarding)

Abdul Kadir Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 25 Maret 1973. Dia menghabiskan masa kecilnya di Sulteng sebelum pindah ke Semarang untuk melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah.

Pada 1997, dia berhasil meraih gelar sarjananya dari Fakultas Perikanan, di Universitas Diponegoro, Semarang.

Diketahui, Abdul Kadir meraih gelar magister di universitas yang sama dengan mengambil jurusan Administrasi Publik pada 2009. 

Abdul Kadir Karding menikah dengan Desiani Puspitaningtyas, dan dikaruniai dua anak, yaitu Nana Karding dan Sheva Karding. 

Karding juga sering membagikan momen bersama keluarganya di akun Instagramnya @abdulkadirkarding.

Berikut riwayat pendidikan Abdul Kadir Karding:

- SMA Negeri 2 Palu, Sulawesi Tengah (1989-1992)
- Universitas Diponegoro, Semarang, S1 Fakultas Perikanan (1997)
- Universitas Diponegoro, Semarang, S2 Administrasi Publik (2009).

2. Karier politik di PKB

Abdul Kadir Karding mengucapkan selamat ulang tahun untuk PKB. (Instagram @abdulkadirkarding)
Abdul Kadir Karding mengucapkan selamat ulang tahun untuk PKB. (Instagram @abdulkadirkarding)

Karding merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak lama, tepatnya pada 2001 saat ia dipercaya menjadi Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, pada usia 26 tahun, Karding terpilih sebagai anggota legislatif daerah, dan dipercaya juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah. 

Karding pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, yang saat itu menangani bidang sosial, agama, dan pemberdayaan perempuan.

Namun, pada Februari 2012, ia dipindahkan ke Komisi VI DPR RI yang menangani perdagangan, investasi, koperasi, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Berkarier lama di PKB membuat Karding dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Jenderal DPP PKB masa jabatan 2014-2019, mendampingi Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. 

Karding juga pernah menduduki beberapa jabatan penting di DPR RI, antara lain Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR RI 2014-2015, Anggota Komisi VII DPR RI 2019-2024, dan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI 2014-2019. 

Berikut jabatan yang pernah diemban Abdul Kadir Karding di PKB:

- Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah (2001-2003)
- Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2001-2006)
- Ketua Komisi VIII DPR Fraksi PKB (2009-2012)
- Sekretaris Fraksi MPR PKB (2009-2014)
- Wakil Ketua Fraksi PKB (2009-2014)
- Ketua Fraksi MPR PKB (2014-2019)
- Sekretaris Jenderal DPP PKB (2014-2019).

Selain itu, Abdul Kadir juga diketahui menjabat sebagai Ketua Umum DPP IKA Undip (Ikatan Alumni Universitas Diponegoro, Semarang) masa jabatan 2022-2027.

3. Harta kekayaan Abdul Kadir Karding

Ilustrasi uang (IDN Times/Ervan)
Ilustrasi uang (IDN Times/Ervan)

Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2018, harta kekayaan Abdul Kadir mencapai Rp8 miliar, yang saat itu status dirinya sebagai calon anggota DPR RI.

Namun, harta kekayaannya pada 2015, 2016, 2017, dan 2019 tidak tercatat di LHKPN yang saat itu ia masih menduduki kursi DPR RI sebagai anggota Komisi III dan Ketua Fraksi MPR PKB. Selain itu, Karding tercatat tidak memiliki utang. 

4. Sempat menjadi sorotan saat debat Pilpres 2024

Foto ilustrasi debat kandidat ( pinterest.com/Freepik)
Foto ilustrasi debat kandidat ( pinterest.com/Freepik)

Abdul Kadir Karding sempat menjadi sorotan saat itu masih menjabat Anggota Komisi VII Fraksi PKB. Ketika itu, ia dituding memberikan arakan kepada cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, saat debat cawapres Pilpres 2024. 

Tuduhan tersebut muncul saat foto Abdul Kadir Karding menggunakan headset triple viral di media sosial. Melalui akun X-nya, ia mengunggah video berisi foto dirinya yang sudah diedit pengguna TikTok.

Karding akhirnya membantah tudingan tersebut. Dia menjelaskan foto tersebut diambil saat debat capres Pilpres 2019. Dia mengatakan saat itu Jokowi dan Prabowo selaku capres sedang mengikuti debat.

Karding menjelaskan saat itu ia juga dituduh mengarahkan Jokowi yang sedang debat capres. Dia pun membantah melakukan itu, dan mengatakan saat itu dirinya tengah mengkoordinir pendukung agar kompak.

"Saat itu nitizen menuduh saya memandu, mengarahkan Pak Jokowi ketika berdebat. Padahal saya hanya kordinir para pendukung agar kompak dalam memberi dukungan kepasangan Jokowi-Amin," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
Veronica Theresia Taruh Barguna
3+
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More