Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Satu Keluarga Korban Longsor Sukabumi

Kisah Satu Keluarga Korban Longsor Sukabumi
IDN Times/Irfan Fathurohman
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keluarga korban mengiklhaskan satu anggota keluarganya tidak ditemukan tim SAR gabungan hingga masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditutup.

"Kami sudah ikhlas kakak saya, Ruhesih (40), tidak bisa ditemukan tim SAR gabungan, karena ini adalah bencana," kata adik korban, Yadi di lokasi bencana di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Minggu (6/1).

  1. 1. Lima anggota keluarga meninggal akibat tanah longsor

    IDN Times/Irfan Fathurohman
    IDN Times/Irfan Fathurohman

    Menurut Yadi, ada lima anggota keluarganya yang menjadi korban meninggal dunia yakni ibu, ayah, kakak, ipar, dan keponakannya. Namun, jasad mereka semua sudah ditemukan dan dimakamkan, kecuali sang kakak.

    Hingga kini, Yadi masih terpukul dan belum percaya bencana tanah longsor yang terjadi di tanah kelahirannya merenggut nyawa keluarganya.

  2. 2. Yadi belum tahu rencana ke depan

    IDN Times/Irfan Fathurohman
    IDN Times/Irfan Fathurohman

    Yadi juga belum mengetahui apa rencana ke depan. Ia hanya pasrah dan meminta doa kepada siapapun, agar keluarga yang menjadi korban meninggal diberikan ketenangan.

    "Saya dari keluarga tidak akan menuntut apapun, meskipun jenazah kakak saya tidak ditemukan dan harus terkubur selamanya di lokasi tanah longsor," kata dia.

  3. 3. Yadi mengikhlaskan jenazah sang kakak tidak ditemukan

    IDN Times/Irfan Fathurohman
    IDN Times/Irfan Fathurohman

    Sementara, Danrem 061/Suryakencana Kolonel (Inf) Hasan mengatakan sebelum masa tanggap darurat bencana tanah longsor ini ditutup, pihaknya melakukan rapat kecil dengan seluruh instansi terkait seperti Polri, Basarnas, BNPB, BPBD dan pemerintah desa.

    Hasilnya, meskipun satu korban tidak berhasil ditemukan, namun pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak menuntut untuk dilakukan pencarian lagi.

    "Kami nyatakan pada Minggu (6/1) masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Kampung Garehong ditutup, dan untuk penanganan lebih lanjut diserahkan ke panitia lokal," kata Hasan.

  4. 4. Sebanyak 31 orang menjadi korban tanah longsor

    IDN Times/Irfan Fathurohman
    IDN Times/Irfan Fathurohman

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, bencana tanah longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menelan 31 korban jiwa. Sementara, 64 lainnya dinyatakan selamat.

    Longsor di Sukabumi terjadi pada 31 Desember 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

  5. 5. Daftar korban meninggal akibat tanah longsor Sukabumi

    IDN Times/Irfan Fathurohman
    IDN Times/Irfan Fathurohman

    Berikut identitas korban meninggal dunia berdasarkan data BNPB:
    1. Hendra (L)
    2. Sasa (P)
    3. Ukri (L) 50 tahun
    4. Riska (P) 27 tahun
    5. Rita (P) 15 tahun
    6. Yanti (P) 38 tahun
    7. Ahudi (L) 60 tahun
    8. Suryani (P) 35 tahun
    9. Jumhadi (L) 47 tahun
    10. Yami (P) 26 tahun
    11. Sukiman (L) 70 tahun
    12. Umih (P) 70 tahun
    13. Endu (L) 43 tahun
    14. Mulyani (P) 60 tahun
    15. Madtuha (L) 50 tahun
    16. Andra Maulana (L) 8 tahun
    17. Adsa (L) 45 tahun
    18. Miah (P) 40 tahun
    19. Nanih (P) 45 tahun
    20. Sugandi (L) 41 tahun
    21. Artemah (P) 85 tahun
    22. Ernawati (P) 14 tahun
    23. Ecih (P) 15 tahun
    24. Serly (P) 3 tahun
    25. Sukiat (L) 56 tahun
    26. Asep (L) 38 tahun
    27. Lina Wati (P) 13 tahun
    28. Suyeti (P) 20 tahun
    29. Adsih (P) 40 tahun
    30. Mirha (L) 60 tahun
    31. Armi (P) 45 tahun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More