Jakarta, IDN Times - Konde.co membantah tudingan menjadi bagian dari antek asing yang disebut mendalangi demonstrasi dan kerusuhan pada Agustus 2025. Pemimpin Redaksi Konde.co, Luviana Ariyanti, menilai narasi tersebut merupakan upaya mendiskreditkan media alternatif yang tetap kritis terhadap kekuasaan.
Nama Konde sebelumnya disebut dalam laporan investigasi yang dimuat interaktif Tempo berjudul Operasi Rusia Setelah Demonstrasi. Laporan itu mengungkap adanya operasi informasi yang diduga melibatkan aktor asing pro-Rusia dan pro-China untuk membangun narasi jika demonstrasi akhir Agustus 2025 didalangi pihak asing, termasuk Amerika Serikat, George Soros, hingga CIA.
Dalam laporan tersebut, Konde.co menjadi salah satu yang dituduh sebagai media yang didanai Amerika Serikat untuk memprovokasi aksi demonstrasi. Tuduhan itu muncul setelah Konde mengunggah liputan mengenai aksi Aliansi Perempuan Indonesia di depan gedung DPR yang menuntut penghentian kekerasan terhadap demonstran.
Luviana menegaskan Konde menolak tuduhan tersebut dan tidak ingin terjebak dalam narasi antek asing.
"Konde menolak pernyataan itu gitu dan tidak mau terjebak gitu ya Dalam skenario antek asing gitu. Pertama itu kita gak mau terjebak dalam skenario antek asing gitu. Memang apa yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Prabowo ya. Dia kan suka nongkrong sama Trump gitu ya. Terus ke China juga gitu. Nah justru siapa yang antek asing sebenarnya gitu kan ya," kata Luviana kepada IDN Times, Selasa (26/5/2026).
"Dalam konteks ini ya, dalam konteks sebagai warga negara dan negara dan warga negara gitu ya. Siapa yang sebenarnya antek asing gitu? Kan kita bisa lihat ya Prabowo ketemu Trump, ke China, ke mana, ke pemimpin-pemimpin dunia gitu-gitulah ya," sambungnya.
