Korban Banjir Sumatra Krisis Air Bersih, Kemenko Kirim Mobil Penjernih

- Setiap unit mobil water treatment menggunakan teknologi Reverse Osmosis untuk memproses air keruh menjadi air bersih.
- Kemenko Polkam bekerja sama dengan TNI AD untuk penyaluran fasilitas air bersih dan memastikan operasional berjalan optimal.
- Masyarakat merasa terbantu dengan adanya mobil water treatment, seperti di Paya Jeget, Aceh Tengah, yang sulit mendapatkan air bersih.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendistribusikan 20 unit mobil Water Treatment ke Aceh dan Sumatra untuk mengatasi krisis air bersih, pasca-banjir bandang yang menimpa wilayah itu pada November 2025.
Mobil tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi pengungsian padat, guna mengolah air keruh menjadi air layak konsumsi.
“Yang terpenting dari bantuan mobil penjernih air ini adalah kemampuannya memberikan solusi sementara bagi kehidupan dasar masyarakat di lokasi terdampak. Oleh karena itu, saya berharap 20 unit mobil penjernih air ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Menko Polkam Djamari Chaniago di Dermaga Satuan Angkutan Perairan TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikutip dalam keterangan pers, Selasa (27/01/2026).
1. Mobil water treatment pakai teknologi Reverse Osmosis

Lebih jauh, setiap unit mobil Water Treatment menggunakan teknologi Reverse Osmosis yang mampu memproses air keruh dan tercemar menjadi air bersih. Fasilitas ini berfungsi sebagai instalasi pengolahan air bergerak untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama air minum dan sanitasi bagi korban yang masih berada di pengungsian.
Kapasitas produksi setiap unit disebut memadai untuk melayani ratusan hingga ribuan warga setiap harinya.
“Sudah menjadi kewqjiban dan komitmen pemerintah dan negara untuk hadir bersama masyarakat yang sedang terdampak bencana,” kata Djamari.
2. Kemenko Polkam kerja sama dengan TNI AD untuk penyaluran fasilitas air bersih

Sementara, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setmenko Polkam Honi Novana mengatakan, operasional dan penyaluran fasilitas air bersih ini dilakukan melalui kerja sama Kemenko Polkam dengan TNI Angkatan Darat.
Sinergi ini mencakup satuan teritorial di wilayah terdampak untuk mendukung distribusi, pengoperasian, dan pengamanan unit.
“Seluruh unit telah disalurkan dan dioperasionalkan secara optimal, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Honi.
Menurut Honi, berdasarkan pemantauan di lapangan, proses pengambilan air berjalan tertib dan terorganisasi dengan melibatkan aparat kewilayahan. Sebagai contoh, di Tanjung Raya dan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, distribusi air menggunakan galon dibantu personel Kodim setempat.
Selain itu, fasilitas serupa juga disebut beroperasi dengan baik di wilayah Paya Jeget, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, serta sejumlah titik pengungsian lainnya. Kehadiran personel TNI AD dalam mendukung operasional, distribusi, dan pengamanan fasilitas diklaim dapat pastikan layanan air bersih dapat berjalan secara berkelanjutan.
3. Masyarakat merasa terbantu dengan adanya mobil water treatment

Tak hanya itu, Keberadaan mobil penjernih air ini dinilai telah berdampak langsung bagi masyarakat terdampak, seperti diungkapkan oleh Jeje, Kepala Desa Paya Jeget, Aceh Tengah. Ia menyatakan bantuan tersebut sangat membantu dalam kondisi sulit mendapatkan air bersih.
“Terbantu sekali kami ada mobil Kemenko Polkam disini, Kondisinya lagi susah air, apalagi air bersih. Senang dan terima kasih kami diperhatikan,” kata Jeje.
Selain itu, Kemenko Polkam menklaim akan pastikan pemantauan operasional bantuan dilakukan secara berkala untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Upaya ini ditujukan untuk meminimalkan risiko penyakit dan gangguan kesehatan akibat masalah sanitasi.


















