Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KPAI: Temuan Senjata Api di Sekolah Sudah Maksimum Risk
ilustrasi senjata api (pexels.com/https://kaboompics.com/)
  • KPAI mendesak tindakan tegas setelah ditemukan hampir seribu senjata api, narkoba, dan 25 keping CD pornografi di sebuah sekolah di Pondok Pinang.
  • Keberadaan benda berbahaya di lingkungan pendidikan dinilai menunjukkan risiko keamanan bagi anak-anak sudah berada pada tingkat maksimum.
  • KPAI membuka opsi pengambilalihan sekolah oleh pemerintah dan meminta keselamatan peserta didik tidak menjadi korban persoalan pengelolaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (8/8/2026)

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyatakan sekolah perlu mendapat efek tegas setelah temuan senjata api, narkoba, dan CD pornografi. KPAI juga membuka opsi pengambilalihan sekolah oleh pemerintah bila diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KPAI mendesak tindakan tegas setelah penemuan hampir seribu senjata api, narkoba, dan 25 keping CD pornografi di salah satu ruangan sekolah.
  • Who?
    Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Wakil Ketua KPAI Jasra Putra.
  • Where?
    Di sebuah sekolah di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
  • When?
    Sabtu (8/8/2026).
  • Why?
    KPAI menilai keberadaan benda berbahaya di lingkungan pendidikan menunjukkan risiko keamanan anak sudah berada pada tingkat maksimum.
  • How?
    KPAI mendorong efek tegas terhadap sekolah, termasuk opsi pengambilalihan oleh pemerintah bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di sekolah di Pondok Pinang ditemukan banyak senjata api, narkoba, dan CD pornografi. KPAI meminta tindakan tegas karena anak-anak ada di sana. Jasra Putra bilang tempat belajar harus aman untuk anak. KPAI juga membuka pilihan agar pemerintah mengambil alih sekolah jika diperlukan. Sekarang, benda-benda berbahaya itu dinilai jadi risiko besar bagi anak-anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan KPAI menempatkan keselamatan peserta didik sebagai perhatian utama di tengah persoalan pengelolaan sekolah. Sikap ini menegaskan bahwa keberadaan benda berbahaya di lingkungan pendidikan perlu dipandang sebagai risiko bagi anak, bukan sekadar persoalan administratif. Opsi tindakan tegas hingga pengambilalihan pemerintah juga disampaikan bila diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak tindakan tegas kasus penemuan senjata di sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, setelah ditemukan hampir seribu senjata api, narkoba, dan 25 keping CD pornografi di salah satu ruangan sekolah. KPAI menilai keberadaan senjata di lingkungan pendidikan menunjukkan risiko keamanan yang sudah berada pada tingkat maksimum.

“Harusnya ada efek tegas untuk sekolah, atau sudah layak diambil alih pemerintah, bila dirasa perlu, karena masih ada anak anak dalam pusaran konflik luar biasa saya kira, karena sudah maksimum risk ya dengan ditemukan senjata, senjata api, narkoba dan CD porno,” ujar Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, dikutip Sabtu (8/8/2026).

1. KPAI soroti temuan senjata api

Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

KPAI menilai keberadaan senjata di sekolah bukan persoalan administratif biasa. Jasra mengatakan sekolah harus menjadi prioritas perlindungan negara karena anak-anak tetap berada di dalam lingkungan tersebut.

Temuan senjata api, narkoba, dan materi pornografi dinilai menunjukkan kompleksitas risiko yang harus segera ditangani.

2. KPAI buka opsi sekolah diambil alih

Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

KPAI mendorong adanya efek tegas terhadap sekolah, termasuk opsi pengambilalihan oleh pemerintah bila diperlukan. Desakan itu muncul karena anak-anak dinilai masih berada dalam pusaran konflik orang dewasa.

Menurut KPAI, kepentingan dan keselamatan peserta didik tidak boleh menjadi korban persoalan pengelolaan sekolah.

3. Senjata jadi risiko langsung bagi anak

Konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika dan senjata api ilegal oleh Polda Lampung, Rabu (29/7/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Jasra mengatakan keberadaan benda berbahaya di sekolah harus dilihat sebagai potensi risiko terhadap anak, bukan sekadar keberadaan fisik sebuah barang.

KPAI menilai sistem keamanan sekolah tidak boleh menunggu persoalan berkembang menjadi tragedi, terlebih kasus serupa disebut telah beberapa kali terjadi di lingkungan pendidikan.

Sebelumnya, polisi menemukan total 996 pucuk senjata di sebuah ruangan terkunci milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10–n11 Juli 2026, serta dalam penggeledahan lanjutan pada 5 Agustus 2026.

Polda Metro Jaya menyebutkan dari total temuan tersebut, 995 pucuk merupakan senjata angin/airsoft gun, sedangkan 1 pucuk merupakan senjata api asli jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gaugebut. Polisi juga menemukan kepingan CD porno dan narkoba.

Curated For You

Editorial Team

Related Article