Misteri 995 Senjata di Sekolah Islam Jaksel: Buat Eskul atau Bukan

- PT Lokta Karya Perbakin mengklaim 995 airsoft gun disiapkan untuk ekstrakurikuler menembak dan panahan.
- Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu menyatakan sekolah tidak pernah memiliki ekstrakurikuler menembak.
- Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami fungsi, kepemilikan, legalitas, dan kaitan temuan dengan pengurus yayasan.
Jakarta, IDN Times - Pihak sekolah Islam di Pondok Pinang menepis pernyataan bahwa 995 senjata airgun yang ditemukan di sekolah, disiapkan untuk ekstrakurikuler menembak. Polisi pun belum membenarkan klaim itu.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus pengacara eks Ketua Yayasan Sekolah, Alhadid Endar Putra, menyebut senjata tersebut merupakan stok untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan.
1. Diklaim untuk latihan menembak dan panahan di sekolah

Alhadid menyebut, 995 senjata airgun merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin. Menurut dia, senjata tersebut disiapkan untuk kegiatan menembak dan panahan di sekolah. Klaim itu menjadi salah satu penjelasan terkait keberadaan ratusan airsoft gun di lingkungan sekolah.
“Airsoft tersebut merupakan stok untuk persiapan ekskul menembak dan panahan dari sekolah, yang akan dilaksanakan dan telah diketahui pada tahun 2021 bersama dengan Jenderal Suryo Pembina Yayasan. Senjata-senjata itu milik Lokta dan legal, sesuai Surat Izin Nopol SI/5483-XII/2008 untuk Airsoft Gun oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Alhadid.
2. Sekolah bantah pernah ada ekskul menembak

Namun, menurut perwakilan yayasan sekolah, tidak ada kegiatan ekstrakurikuler menembak. Hermawanto mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari guru-guru yang telah lama mengajar di sekolah. Pihak yayasan juga menyatakan pengurus baru tidak mengetahui keberadaan senjata hingga menemukannya.
“kami informasikan berdasarkan informasi dari guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," kata dia di lokasi, Jumat (7/8/2026).
3. Polisi sebut tak ada kaitan dengan ekskul

Polres Metro Jakarta Selatan juga menyatakan, temuan senjata tersebut tidak berkaitan dengan ekstrakurikuler. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo mengatakan, polisi masih mendalami fungsi dan kepemilikan senjata berdasarkan dokumen serta keterangan saksi.
“Oh tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul," ujarnya, Jumat
Polres Metro Jakarta Selatan menemukan 995 airsoft gun di gudang salah satu yayasan sekolah di Pondok Pinang pada Jumat (10/7/2026). Polisi merinci temuan itu terdiri dari 776 revolver airsoft gun dan 215 pistol airsoft gun. Polisi juga menemukan empat senapan angin, satu senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang. Pada Rabu (5/8/2026), polisi kembali menemukan tiga airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine. Polisi masih menyelidiki legalitas, kepemilikan, serta kaitan senjata dengan pengurus yayasan.


















