Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindaklanjuti dugaan korupsi proyek command center di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kasus ini diduga menyeret nama Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.
"Terkait adanya informasi awal adanya dugaan tindak pidana korupsi dari informasi awal tersebut tentu nanti KPK akan melakukan telaah," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Kamis (23/10/2025).
"Apakah informasi itu valid kemudian apakah informasi itu betul ada unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsinya atau tidak," lanjutnya.
Setelah itu, KPK akan menganalisis untuk menentukan apakah laporan tersebut bisa ditindaklanjuti KPK atau tidak. Namun, proses ini berlangsung tertutup dari publik.
"Namun demikian sebagai bentuk akuntabilitas KPK maka setiap progres dan hasilnya pasti kami sampaikan, kami update kepada pelapor," ujarnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja membantah tuduhan dugaan korupsi tersebut. menurutnya, data yang disampaikan pelapor tidak benar.
"Hal-hal yang berkaitan dengan yang dilaporkan mengenai dugaan tindak pidana tersebut adalah tidak benar, data yg disampaikan juga tidak benar dan masalah mengenai temuan sudah diselesaikan ketentuan peraturan perundang-undanganan melalui Badan Pemeriksa Keuangan," ujarnya.
Sebelumnya, Rahmat Bagja dilaporkan ke KPK terkait korupsi proyek command center serta renovasi gedung Bawaslu Tahun Anggaran 2024. Kasus ini berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp12,14 miliar.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK Tindak Lanjuti Aduan Dugaan Korupsi Ketua Bawaslu Rahmat Bagja

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja saat ditemui di Kantor DKPP, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2025) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Curated For You
- Ketua Bawaslu Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Renovasi Gedung21 Okt 2025, 15:36 WIB
- Kode KPK Soal Tersangka Korupsi Haji: Berperan dalam Proses Diskresi23 Okt 2025, 19:56 WIB
- KPK Usut Aliran Uang yang Diduga Diterima Pejabat Kemenag dari PIHK23 Okt 2025, 18:14 WIB
Editorial Team
EditorDwifantya Aquina
Related Article
Kekerasan Anak Makin Kompleks, Menteri PPPA Perkuat Kader Daerah12 Agu 2026, 15:28 WIB
Istana Beri Sinyal Anggaran MBG Tetap Ambil Dana Pendidikan di RAPBN 202712 Agu 2026, 15:25 WIB
Damkar Lamsel Turun Tangan Cari Cicin Emas Warga di Saluran Air12 Agu 2026, 15:01 WIB
Perusahaan di Bandung Barat Diduga Cemari Sungai Cihaur12 Agu 2026, 15:00 WIB
Sering Makan Es Krim Saat Cuaca Terik? Waspadai 5 Efek Ini12 Agu 2026, 15:00 WIB
Kenapa Jam Tangan di Iklan Selalu Menunjukkan Pukul 10:10? Ini Pertimbangannya12 Agu 2026, 15:00 WIB
Harga Pangan di Bali 12 Agustus 2026, Bawang Putih Merangkak Naik12 Agu 2026, 14:48 WIB
Target 72 Ribu Kontak Serumah, TPT TBC Makassar Baru Menjangkau 516 Orang12 Agu 2026, 14:46 WIB
Menhan Sjafrie: Kerja Sama RI-AS Bukan untuk Bangun Pangkalan Militer12 Agu 2026, 14:39 WIB
Eks Lurah Serang Palsukan Surat Tanah, Libatkan Pengacara-Pensiunan ASN12 Agu 2026, 14:34 WIB
Puncak Kemarau Disertai El Nino Berlangsung di Wilayah Bandung Raya12 Agu 2026, 14:33 WIB
Mendagri Tekankan Peran Pemda Cegah Penyalahgunaan Ketamin12 Agu 2026, 14:33 WIB
3.040 THL Jadi Penyapu Jalan Jabar, Digaji Rp3,4 Juta per Bulan12 Agu 2026, 14:29 WIB
Husniah Diperiksa Tipidkor Polresta Gowa soal Dugaan Gratifikasi PBG12 Agu 2026, 14:29 WIB
Ijtihad Jurnalistik, Cara Mustofa W Hasyim Merawat Tradisi Menulis12 Agu 2026, 14:24 WIB
Pramono Akan Bahas Nasib Jalur Sepeda, Diubah atau Dipertahankan12 Agu 2026, 14:23 WIB
China Gandeng Indonesia Latihan AL di Timur Taiwan12 Agu 2026, 14:20 WIB
Nenek 88 Tahun Dijambret, Kalung Emas Rp50 Juta Raib12 Agu 2026, 14:19 WIB
Diserang Drone, Kilang Minyak Zawiya di Libya Terbakar Hebat12 Agu 2026, 14:14 WIB
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Bongkar Pembuat Tembakau Sintesis12 Agu 2026, 14:07 WIB