Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KPU-Bawaslu Kumpul Bareng BPK Bahas Audit Laporan Keuangan

KPU-Bawaslu Kumpul Bareng BPK Bahas Audit Laporan Keuangan
KPU, Bawaslu dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pertemuan secara tertutup (IDN Times/Istimewa)

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pertemuan secara tertutup. Pertemuan itu dilakukan di kantor KPU RI, Jakarta, pada Selasa (16/1/2024).

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari menyampaikan pertemuan dengan BPK membahas mengenai penggunaan anggaran tahun 2022.

"Nanti detail-detailnya, cakupan yang akan diaudit atau akan diperiksa, ruang lingkupnya, jenis-jenisnya apa, metode memeriksanya bagaimana, nanti akan disampaikan Anggota BPK 1 Bapak Lukman Hakim," ujar Hasyim.

  1. 1. Pemeriksaan keuangan dilakukan agar pengelolaan dana berjalan dengan tanggung jawab

    ilustrasi harta kekayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi harta kekayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

    Perwakian BPK, Lukman Hakim mengatakan, pertemuan itu membahas mengenai laporan keuangan yang ada di KPU dan Bawaslu.

    "Hari ini, BPK melakukan entry meeting untuk pemeriksaan laporan keuangan di KPU dan Bawaslu, baik di pusat maupun daerah," kata Lukman.

  2. 2. Pemeriksaan untuk memastikan pengelolaan keuangan secara bertanggung jawab

    Ilustrasi uang. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi uang. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Lukman mengatakan pemeriksaan keuangan penting untuk memastikan pengelolaan dana berjalan secara bertanggung jawab. Sehingga, KPU dan Bawaslu membuat laporan keuangan secara akuntabel, transparan dan memiliki manfaat dalam penggunaannya.

    "Pemeriksaan ini akan berlangsung selama 1 semester dan akan mendorong pengelolaan ini untuk dapat KPU dan Bawaslu menjalankan tugasnya sesuai ketentuan peraturan," ucap dia.

  3. 3. Dana penyelenggaraan pemilu dapat digunakan secara efektif

    Ilustrasi Uang. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Uang. (IDN Times/Aditya Pratama)

    BPK berharap, dana penyelenggaraan pemilu yang ada di KPU dan Bawaslu dapat digunakan secara efektif dan efisien.

    "Agar anggaran yang diterima nanti betul-betul menghasilkan suatu produk kerja, salah satunya adalah pesta demokrasi yang terbaik bagi bangsa dan rakyat Indonesia," kata dia.

Related Articles

See More