Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

KSAU Ungkap 5 Prioritas Transformasi TNI AU Hadapi Perang Modern

TNI AU
Rapat pimpinan TNI Angkatan Udara (AU) untuk meneruskan arahan Presiden Prabowo Subianto. (Dokumentasi TNI AU)
Intinya sih...
  • BSSN turut sampaikan pandangan dalam rapim TNI AU
  • Menhan Sjafrie minta TNI harus melakukan revitalisasi mendasar
  • Operasi Militer Selain Perang mutlak ditingkatkan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono pada Jumat pekan lalu memimpin rapat pimpinan TNI AU untuk meneruskan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan, ada lima prioritas yang perlu dilakukan oleh TNI AU sebagai arah transformasi organisasi dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis dan karakter perang modern yang semakin kompleks.

"Kelima prioritas tersebut meliputi modernisasi alat pertahanan dan keamanan, validasi organisasi, pengembangan peranti lunak, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional," ujar Tonny di dalam keterangan, Senin (17/2/2026).

Ia menambahkan, rapim TNI AU tahun ini mengusung tema 'Transformasi TNI AU Melalui Modernisasi Alpahankam dalam Rangka Menyongsong Era Perang Modern Guna Mewujudkan TNI AU yang Ampuh,'. Tonny menyampaikan di dalam arahannya agar seluruh pimpinan berpikir untuk tidak konvensional (out of the box), berani mengambil inisiatif dan bergerak cepat dan adaptif.

"Rapim itu juga menghasilkan kesamaan pola pikir dan pola tindak, sehingga setiap program dan kebijakan yang dilaksanakan mampu menjawab dinamika tantangan ke depan secara efektif," katanya.

1. BSSN turut sampaikan pandangan dalam rapim TNI AU

TNI AU
Rapat pimpinan TNI Angkatan Udara (AU) untuk meneruskan arahan Presiden Prabowo Subianto. (Dokumentasi TNI AU)

Lebih lanjut, di dalam rapim TNI AU itu turut menghadirkan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Budi. Ia memaparkan materi tentang pembangunan teknologi siber dalam mendukung sistem pertahanan negara.

"Turut disampaikan pula penguatan postur pertahanan negara dalam menghadapi perang modern oleh Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari," ujar Tonny.

Ia mengatakan, di dalam rapim itu diharapkan terbangun kesamaan persepsi, keselarasan dan kesatuan langkah seluruh jajaran TNI AU dalam memperkuat kekuatan udara nasional sebagai kontribusi nyata bagi kepentingan bangsa dan negara.

2. Menhan Sjafrie minta TNI harus melakukan revitalisasi mendasar

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimpin rapat pimpinan di Mabes TNI. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Sementara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah lebih dulu memberikan arahan di rapat pimpinan di Mabes TNI. Ia mengatakan, posisi vital TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir kedaulatan Indonesia. Ia mengatakan, mulai tahun 2026, pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi mendasar.

"Kebijakan pertahanan harus adaptif terhadap tantangan zaman, mulai dari kedaulatan ideologi, politik hingga ekonomi," ujar Sjafrie di Mabes TNI Cilangkap pada Selasa (10/2/2026).

Purnawirawan jenderal itu juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan sumber daya alam nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan semesta.

"Ancaman modern tidak hanya berupa perang fisik tetapi juga upaya pihak asing yang menginginkan kekayaan alam Indonesia," katanya.

3. Operasi Militer Selain Perang mutlak ditingkatkan

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimpin rapat pimpinan di Mabes TNI. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Sjafrie juga memberikan instruksi agar TNI meningkatkan kesiapan di dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan Operasi Militer Perang (OMP). Ia pun mengapresiasi soliditas yang terbangun di tubuh TNI dari unsur pimpinan hingga prajurit di lapangan.

"Saya melihat TNI sekarang kompak, solid baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para kepala staf angkatan. Bahkan, sampai ke tingkat Panglima TNI," katanya.

Kekompakan itu dibutuhkan supaya tugas dan tanggung jawab negara bisa dijawab oleh TNI.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

7 Potret Prajurit TNI AL Latihan Anti Amfibi, Libatkan Drone Kamikaze

16 Feb 2026, 15:25 WIBNews