Hasil Pemilu Jepang Dinilai Berpotensi Bahayakan Hubungan dengan China

- China waspada atas tindakan provokatif Jepang di bawah pemerintahan Takaichi
- Trump beri selamat kepada Takaichi atas kemenangan LDP
- Takaichi dijadwalkan bertemu dengan Trump bulan depan
Jakarta, IDN Times - Pakar China memperingatkan bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) Jepang yang digelar pada 8 Februari 2026, dapat menimbulkan risiko baru bagi hubungan bilateral Beijing-Tokyo.
Media pemerintah China, Global Times, mengutip pandangan pakar tersebut yang menilai bahwa kebijakan Jepang terhadap China berpotensi menjadi semakin konfrontatif setelah pemilu. Hal ini dinilai dapat memperberat tantangan dalam hubungan kedua negara, dilansir NHK News, Senin (9/2/2026).
1. China waspada atas tindakan provokatif Jepang di bawah pemerintahan Takaichi

Pakar tersebut menyoroti kemungkinan pemerintahan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akan mengambil langkah yang lebih provokatif terkait isu sejarah, sengketa teritorial dan maritim, serta keamanan ekonomi. Ia juga menyerukan agar China tetap waspada dan menentang apa yang disebutnya sebagai upaya remiliterisasi Jepang yang dinilai dapat mengancam stabilitas kawasan.
Sebelumnya, China mengecam pernyataan Takaichi mengenai kemungkinan keadaan darurat di Taiwan dalam sidang parlemen pada November tahun lalu. Sebagai respons, Beijing meningkatkan tekanan ekonomi, termasuk dengan mengimbau warga negaranya untuk menunda perjalanan ke Jepang.
2. Trump beri selamat kepada Takaichi atas kemenangan LDP
Dilansir Kyodo News, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengucapkan selamat kepada Takaichi atas kemenangan telak Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilu Jepang. LDP berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Hasil tersebut merupakan pencapaian terbesar dalam sejarah pascaperang Jepang.
Melalui media sosial, Trump menyebut keputusan Takaichi mengadakan pemilu mendadak sebagai langkah berani dan bijaksana. Ia juga menegaskan dukungan sepenuhnya terhadap agenda 'Perdamaian Melalui Kekuatan'.
"Rakyat Jepang yang luar biasa akan selalu mendapatkan dukungan kuat saya," kata Trump.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menekankan bahwa kekuatan Jepang memperkuat posisi Washington di Asia. Dubes AS untuk Jepang, George Glass, menyebut kemenangan LDP sebagai mengesankan dan menyatakan komitmen untuk terus memperdalam kemitraan dinamis kedua negara.
3. Takaichi dijadwalkan bertemu dengan Trump bulan depan

Dalam agenda mendatang, Takaichi dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada 19 Maret 2026. Lawatan pertama Takaichi ke Washington sejak menjabat ini, akan mendahului rencana perjalanan Trump ke China pada April mendatang, di tengah ketegangan terkait isu Selat Taiwan.
Trump dan Takaichi terakhir bertemu di Tokyo pada akhir Oktober 2025. Saat itu, keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan ekonomi. Trump juga berulang kali memuji komitmen Negeri Sakura untuk meningkatkan investasi di AS, termasuk dalam kesepakatan dagang yang dicapai tahun lalu.


















