Wamen HAM Santuni Korban Tragedi Mei 1998 Jatinegara

- Negara disebut mengakui pelanggaran HAM berat
- Kementerian HAM sedang melakukan verifikasi data korban
- Wamenham Mugiyanto mengunjungi rumah salah satu keluarga korban HAM di Jatinegara
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyato, memberikan santunan kepada korban peristiwa Mei 1998, yang merupakan warga Jatinegara, Jakarta Timur. Mereka kehilangan keluarganya, bahkan ada yang tewas terbakar saat peristiwa Mal Klender 1998.
"Agenda ini merupakan silaturahmi antara pemerintah dan korban serta keluarga korban pelanggaran HAM, dan juga koordinasi untuk menginformasikan update-update terkini terkait perjuangan kita dalam mencari keadilan" ujar Mugiyanto, Senin (16/2/2026).
1. Negara mengakui pelanggaran HAM yang yang berat

Mugiyanto juga menyampaikan pada masa pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, masalah pelanggaran HAM telah diupayakan penyelesaiannya, negara mengakui pelanggaran HAM berat.
"Beberapa tahun lalu pada era kepemimpinan Presiden Jokowi, masalah ini sudah dimulai penyelesaiannya, dan kini kami di Kementerian HAM yang melanjutkan pemulihannya, salah satu langkah pemulihannya adalah dengan pemulihan sosial ekonomi, dilanjutkan dengan pemulihan lain sehingga komprehensif," kata dia.
Mugiyanto menjelaskan saat ini Kementerian HAM sedang melakukan verifikasi data korban yang telah dikeluarkan Komnas HAM, serta mulai mendata situasi dan kebutuhan korban pelanggaran HAM berat.
2. Mugiyanto mengunjungi rumah salah satu keluarga korban

Kegiatan silaturahmi dan koordinasi serta pemberian bantuan ini merupakan kerja sama Kementerian HAM dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Setelah acara selesai, Mugiyanto mengunjungi rumah salah satu keluarga korban, serta berdialog dengan keluarga korban mengenai persoalan-persoalan sosial yang dihadapi keluarga korban dan harapannya pada pemerintah.
3. Diperkirakan ada ribuan jumlah korban HAM pada peristiwa Mei 1998

Jumlah korban Tragedi Mei 1998 di Indonesia, khususnya kerusuhan di Jakarta, diperkirakan ada ribuan. Menurut temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), terdapat ratusan hingga 1.000 lebih korban tewas, dengan data 1.188 orang tewas akibat terbakar atau dibakar dalam kerusuhan, serta ratusan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.
Selain itu, korban tewas lainnya terjadi pada tragedi terpisah seperti Trisakti yang menewaskan empat mahasiswa dan Semanggi.


















