Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

KWI Desak Pemerintah Batalkan Kebijakan yang Rugikan Rakyat

WhatsApp Image 2025-08-29 at 16.55.13.jpeg
Massa aksi mahasiswa tidak berhenti setelah berhasil masuk kantor Polda Metro Jaya. (IDN Times/ Sandy Firdaus)
Intinya sih...
  • KWI mendesak pemerintah membatalkan kebijakan yang merugikan rakyat kecil.
  • KWI menyerukan agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pijakan utama dalam menyikapi krisis sosial-politik.
  • KWI menyoroti peran lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang dinilai kurang mendengarkan aspirasi rakyat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas gelombang kekerasan dan tindakan anarkis yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Mereka menilai situasi ini muncul akibat kekecewaan besar rakyat terhadap kebijakan, ucapan, dan tindakan yang dianggap tidak adil serta tidak pro-rakyat dari pemerintah, wakil rakyat, maupun aparat.

Dalam pernyataan sikap resminya, KWI menegaskan pentingnya semua pihak, baik masyarakat maupun penyelenggara negara, untuk menahan diri dan mencari jalan damai demi menciptakan rasa aman serta nyaman bagi seluruh warga Indonesia. Mereka juga menyerukan agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pijakan utama dalam menyikapi krisis sosial-politik yang sedang berlangsung.

Selain menyampaikan duka cita kepada para korban yang meninggal maupun terluka, KWI juga meminta pemerintah dan lembaga negara lainnya untuk berani mengoreksi hingga membatalkan kebijakan yang dianggap merugikan rakyat kecil. “Kami berharap ada tanda-tanda nyata bahwa cita-cita kemerdekaan sungguh diupayakan, bukan sekadar dalam pidato,” demikian isi seruan KWI dalam pernyataan resmi pada Minggu (31/8/2025).

KWI mengawali pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban yang terluka maupun kehilangan nyawa dalam aksi menuntut keadilan. Mereka menilai bahwa suara rakyat yang disampaikan secara damai seharusnya dihargai, bukan justru dibungkam dengan kekerasan.

“Duka ini tidak hanya untuk mereka yang meninggal atau terluka, tetapi juga bagi keluarga dan seluruh rakyat Indonesia yang merasakan penderitaan akibat kebijakan tidak adil,” ujar KWI.

KWI menyoroti peran lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang dinilai kurang mendengarkan aspirasi rakyat. Mereka menegaskan agar para pemangku kekuasaan memiliki kerendahan hati untuk mengoreksi kebijakan yang membebani masyarakat dan mencederai rasa keadilan.

“Kebijakan yang melukai rakyat harus dikaji ulang, bahkan dibatalkan. Pemerintah harus menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas dalam tata kelola negara,” tegas KWI.

Selain pemerintah, KWI juga memberikan pesan tegas kepada aparat keamanan. Mereka mengingatkan agar aparat tidak bertindak represif, melainkan menjadi pengayom rakyat dengan mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi aksi massa.

Di sisi lain, KWI juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi maupun individu yang terus memperjuangkan kebenaran dengan cara damai dan sesuai nilai Pancasila. “Kami mengajak semua pihak bergandengan tangan membangun bangsa menuju Indonesia Emas,” tutur KWI.

#salingjagasesamawarga

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us