Lagu Mas Bahlil Ganteng Potensial Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029

- Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' yang awalnya sindiran kini jadi fenomena positif, memperkuat citra Bahlil dan Partai Golkar di ruang publik.
- Adi Prayitno menilai jika viralitas lagu ini dikapitalisasi dengan baik, Golkar berpotensi meraih suara signifikan di berbagai daerah pada Pemilu 2029.
- Meskipun menjadi modal politik besar, efektivitas lagu MBG masih perlu diuji karena Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi dan relevansinya bisa berubah.
Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai lagu Mas Bahlil Ganteng (MBG) yang belakangan viral di jejaring media sosial berpotensi mendongkrak raihan suara Partai Golkar pada Pemilu 2029 mendatang.
Ia pun membandingkan dengan fenomena popularitas Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar, dengan ketua umum partai politik lainnya.
"Suka, tidak suka ini menguntungkan bagi Golkar, per hari ini nyaris tidak ada ketua umum partai politik di luar Pak Prabowo Subianto yang setiap hari dinyanyikan dan dilagukan, kecuali Pak MBG, Mas Bahlil Ganteng," kata dia saat ditemui di Jakarta, Senin (1/6/2026).
1. Fenomena yang awalnya satiran menjadi sesuatu yang positif

Adi mengatakan, viralnya lagu MBG ini awalnya memang merupakan sindiran terhadap kinerja pemerintah, termasuk Bahlil Lahadila sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, Golkar dan Bahlil dianggap berhasil memanfaatkan situasi tersebut hingga menjadi fenomena yang positif.
"Itu suatu hal menurut saya sesuatu yang positif, mungkin banyak yang awalnya ingin menyindir secara satir melalui lagu-lagu terhadap kinerja Pak Bahlil, tetapi ini kan menegaskan, bahwa Golkar, termasuk juga Pak Bahlil mampu membalikan situasi yang dulunya agak sedikit negatif kemudian menjadi sifatnya positif," ungkapnya.
"Di berbagai kesempatan saya bilang per hari ini Pak Bahlil harus diakui menjadi salah satu spotlight politik yang terus diperbincangkan. Jangankan kita-kita, anak kecil sekarang nyanyinya MBG," sambung Adi.
2. Jika dikapitalisasi mampu mendulang elektoral Golkar di berbagai daerah saat Pemilu 2029

Menurut Adi, jika fenomena ini bisa dikapitalisasi secara optimal, maka bukan tidak mungkin raihan suara Partai Golkar di berbagai daerah meroket pada Pemilu 2029.
"Tentu, kalau ini bisa dikapitalisasi oleh kawan-kawan Golkar. Hunting menuju 2029 , bukan tidak mungkin, bukan hanya di Jakarta yang bertambah, tapi di tempat-tempat lain ini akan memberikan peluang politik bagi Golkar," ucapnya.
Adi menjelaskan, fenomena lagu Mas Bahlil Ganteng ini sangat potensial mempengaruhi pilihan masyarakat di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
3. Modal besar dan tantangan Pemilu 2029 yang masih jauh

Meski menjadi modal besar bagi suara partai berlambang pohon beringin tersebut, namun yang perlu menjadi catatan, lagu ini viral di saat Pemilu 2029 yang masih jauh. Masih ada tiga tahun ke depan untuk menguji apakah lagu ini masih relevan di telinga publik.
"Dan ini saya kira ini adalah modal politik yang luar biasa, tinggal diuji apakah dalam kurun waktu tiga tahun ini, nyanyian lagu MBG ini bisa mengalahkan lagu-lagu yang lain," tutur Adi.
Sementara saat ditanya soal lagu Mas Bahlil Ganteng, Ketua DPD DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar memilih menjawab diplomatis. Ia mengapresiasi viralnya lagu tersebut. Namun menurutnya yang lebih penting adalah bagaimana Bahlil menjalankan tugas yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto. Salah satu yang saat ini fokus dikerjakan ialah bagaimana menjaga harga BBM agar tidak naik
"Untuk kita sekarang ini, salah satu spotlight dan salah satu Menteri yang melaksanakan tugasnya, apa yang diberikan dan juga dimandatkan oleh Bapak Presiden dan oleh masyarakat, bagaimana Pak Bahlil, ketum kita ini bisa melaksanakan tugas yang baik, salah satunya mengendalikan harga BBM. Sekarang ini menjadi tantangan bukan hanya Indonesia tapi dunia. Buat kami, apapun yang memang pada saat menjadi trending topik terutama yang positifnya, itu kami harus apresiasi," imbuh dia.

















