Jakarta, IDN Times - Lagu Sukatani berjudul "Bayar Bayar Bayar" menggema di depan Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (19/6/2026) siang. Mahasiswa memutar lagu lewat mobil orator saat persiapan mahasiswa longmarch ke DPR RI.
Pantauan IDN Times, Kepresidenan Mahasiswa Trisakti masih mengitari lingkungan kampus menggunakan mobil orasi untuk menggalang massa aksi. Mobil yang ditumpangi mahasiswa itu kemudian berhenti tepat di tugu 12 Mei Reformasi di Halte Grogol 2.
Lagu Sukatani kemudian diputar di depan beberapa personel polisi yang mulai mendekati massa aksi. Sekitar 700 mahasiswa Universitas Trisakti akan menggelar demonstrasi bertajuk Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, hari ini.
"Sesuai hasil konsolidasi yang kita laksanakan dua hari yang lalu, eh mahasiswa yang akan hadir, khususnya hari ini, mulai dari titik Trisakti sampai ke sana nanti, yang berkonsolidasi dengan kita kurang lebih ada sekitar 600 sampai 700 massa," kata perwakilan mahasiswa sekaligus Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Trisakti, Arief Rizquna, di Monumen Tragedi 12 Mei.
Arief menjelaskan tritura yang akan disuarakan mahasiswa, pertama, mendesak pemerintah agar segera memulihkan ekonomi dan politik secara nasional. Kedua, mendesak pemerintah agar memberantas inkompetensi dari pejabat negara yang hari ini marak terjadi. Ketiga, mengembalikan supremasi sipil.
"Tuntutan yang kita bawa, kita sebut sebagai Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat. Kenapa kita mengklasifikasikan sebagai tiga tuntutan? Karena menurut kami, kalau kita mengklasifikasikan sebuah permasalahan di negara ini, mungkin satu, dua, atau tiga buku pun tidak cukup untuk mengklasifikasikan masalah," jelas dia.
"Dari tiga tuntutan tadi, menurut kita mempunyai banyak turunan. Mulai dari yang pertama, ada kita ingin menurunkan BBM, terus juga kita ingin menurunkan bahan pokok, sampai kita ingin membuat bahwa kebebasan masyarakat sipil hari ini itu harus benar-benar ada dan tentu berkaitan dengan supremasi sipil tadi," sambungnya.
Mahasiswa direncanakan mulai bergerak ke DPR RI sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam aksi ini, turut tergabung berbagai mahasiswa dari universitas di Jakarta Barat lainnya, salah satunya Universitas Esa Unggul.
