Petani di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo Magetan tengah memanen padi. (IDN Times/Riyanto)
Karena itu, ia mendorong kawasan reforma agraria diintegrasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hilirisasi pertanian.
Menurut Azis, MBG mempunyai potensi menjadi pasar dalam skala besar bagi produksi pangan lokal, karena membutuhkan pasokan bahan pangan secara reguler di berbagai daerah.
Jika kebutuhan tersebut dapat dipenuhi petani, peternak, nelayan, koperasi dan UMKM sekitar, ia menilai dampak anggaran MBG dapat meluas dari perbaikan gizi menjadi penguatan perekonomian lokal.
"MBG memenuhi kebutuhan gizi, tetapi pada saat yang sama dapat menciptakan kepastian permintaan bagi produsen pangan. Dua manfaat ini harus disambungkan," katanya.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, lanjut Azis, dapat menjadi kelembagaan yang menghimpun produksi masyarakat agar mempunyai skala, kualitas dan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan pasar.
Koperasi juga dapat menangani pembiayaan, pergudangan, transportasi, pengolahan hingga pemasaran sehingga petani tidak menghadapi pasar seorang diri.
Azis juga meminta agenda hilirisasi pertanian memastikan produsen memperoleh bagian dari peningkatan nilai tambah.