Lowongan Guru Sekolah Garuda Segera Dibuka, Pakai Kurikulum IB

- Lowongan guru Sekolah Garuda segera dibuka
- Tidak mengambil pool guru yang sudah ada
- Godok kesejahteraan guru dan pakai kurikulum IB
Jakarta, IDN Times - Kabar gembira datang bagi para sarjana pendidikan yang ingin berkarier di Sekolah Garuda milik pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengumumkan pendaftaran formasi guru untuk sekolah unggulan ini akan segera dibuka.
Kabar baik itu disampaikan sang profesor saat menghadiri program Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times, sesi "Pendidikan Unggul untuk Pertumbuhan Berkualitas, Kamis (15/1/2026). Jadwalnya belum dibocorkan, namun yang pasti dalam waktu dekat.
"Sekalian saya iklan, bagi yang ingin menjadi guru-guru Sekolah Garuda, sebentar lagi akan kita buka pendaftaran formasi guru Sekolah Garuda," kata Stella.
1. Tidak dari pool yang sudah ada

Pihaknya akan membuka lowongan sebanyak-banyaknya, karena tidak mengambil pool guru aktif yang sudah ada saat ini. Hal itu ditekankan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.
"Pertama pasti kita tidak mengambil pool guru yang sudah ada. Sudah diwanti-wanti oleh Bapak Menteri Dikdasmen, tidak boleh Prof. Stella katanya," ujar Stella sembari tertawa.
2. Godok kesejahteraan guru di Sekolah Garuda

Pemerintah juga tengah menggodok aturan bersama kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk memastikan kesejahteraan para pendidik ini. Stella menjanjikan adanya insentif yang lebih menarik bagi mereka yang lolos seleksi menjadi guru Sekolah Garuda.
"Saya sedang bersama-sama dengan teman-teman dari berbagai macam K/L, itu sedang menggodok peraturan agar guru kita bisa memberikan insentif yang lebih di Sekolah Garuda," ucap Stella.
3. Pakai kurikulum IB

Selain insentif, Stella juga menyatakan Sekolah Garuda akan mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB), sebagai pengayaan dari Kurikulum Nasional. Langkah ini diambil agar mendongkrak persentase siswa yang menembus perguruan tinggi top dunia.
"Kenapa? Berdasarkan data, data menunjukkan, ini studi-studi dari universitas-universitas, bahwa lulusan International Baccalaureate itu dibandingkan dengan lulusan Cambridge A-Level, kemungkinan untuk diterima di perguruan tinggi top itu sekitar 25 sampai 30 persen lebih," kata Stella.


















