Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ECOWAS Berencana Terjunkan Dua Ribu Tentara Lawan Teroris

ECOWAS Berencana Terjunkan Dua Ribu Tentara Lawan Teroris
Tentara Nigeria. ([1] (Released on November 1, 2004), Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • ECOWAS berencana mengerahkan sekitar dua ribu tentara multinasional pada akhir 2026 untuk menghadapi ancaman terorisme di kawasan Sahel, dengan dukungan dari seluruh negara anggotanya.
  • Mali, Burkina Faso, dan Niger memperkuat kerja sama dalam Alliance of Sahel States (AES) guna menjaga stabilitas nasional serta melawan upaya perusakan oleh kelompok teroris dan pihak asing.
  • Di Nigeria, serangan brutal Boko Haram menewaskan sedikitnya 25 orang di Adamawa, memicu kecaman keras dari gubernur setempat dan meningkatkan kekhawatiran keamanan regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - ECOWAS mengumumkan rencana penerjunan 2 ribu tentara untuk melawan teroris. Blok Afrika Barat itu menyerukan kerja sama dengan Alliance of Sahel States (AES) yang terdiri dari negara pimpinan junta militer. 

“Kami berfokus untuk memobilisasi sekitar 2 ribu tentara multinasional pada akhir 2026 untuk merespons ancaman teroris di kawasan Sahel,” terang Presiden Sierra Leone, Julius Maada Bio, dikutip dari TRT Afrika, Jumat (27/2/2026). 

Pada Desember 2025, Mali, Burkina Faso, dan Niger sudah membentuk aliansi militer United Forces of Alliances of Sahel States (FU-AES). Pembentukan ini dinilai penting untuk meringkus kelompok teroris. 

1. Berharap seluruh anggota ECOWAS ikut berpartisipasi kirim tentara

Maada Bio menyatakan bahwa seluruh anggota ECOWAS diharapkan dapat berkontribusi dalam ECOWAS Standby Force. Dengan ini, ECOWAS punya pendanaan pribadi dan penggunaan sumber daya internal sebelum meminta bantuan dari luar.

Dilansir Anadolu Agency, aktivasi ECOWAS Standby Force ini menanggapi semakin maraknya kasus kriminalitas di Afrika Barat. Menurut Global Terrorism Index, lebih dari separuh kasus kematian imbas teroris pada 2024 terjadi di Afrika Barat. 

2. AES perkuat kerja sama stabilitas nasional

Pada saat yang sama, Mali, Niger, dan Burkina Faso sudah mengadakan pertemuan AES di Ougadougou. Mereka mempersiapkan kerja sama tahun kedua untuk memastikan stabilitas di seluruh negara anggota. 

Dilansir APA News, ketiga negara mengakui bahwa terdapat sejumlah upaya perusakan stabilitas dari kelompok teroris. Mereka juga menyebut adanya dukungan asing untuk merusak integrasi dan kedaulatan yang diinisiasi oleh AES. 

Pernyataan ini menanggapi serangan teroris di Bandara Internasional Diori Hamani di Niamey sebulan lalu. Selain itu, terdapat aksi teroris lainnya yang menargetkan Mali dan Burkina Faso. 

3. Sebanyak 25 orang tewas dalam serangan Boko Haram di Nigeria

Gubernur Adamawa di Nigeria, Adamu Umaru Fintiri mengecam serangan brutal Boko Haram. Kelompok teroris tersebut sudah melancarkan dua serangan terpisah yang menyebabkan tewasnya 25 orang. 

“Sejumlah orang bersenjata dipercayai sebagai Boko Haram menggunakan sepeda motor menyerang pasar. Mereka membuka tembakan dan membunuh puluhan orang. Kami masih mencari korban lainnya dan kemungkinan masih akan bertambah,” terangnya. 

Sementara itu, kelompok Boko Haram menjarah dan mencuri berbagai barang, termasuk sepeda motor. Kedatangan kelompok teroris itu membuat sejumlah warga melarikan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More