Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendes Yandri Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Bidik Proyek Gentengisasi

Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng.
Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng. (Dok. Kemendes PDT)
Intinya sih...
  • Kopdes Merah Putih boleh kelola berbagai jenis usaha, termasuk untuk menggarap proyek gentengisasi.
  • Kopdes Merah Putih berbasis digital untuk memantau flow bisnis antar koperasi.
  • Prabowo ingin garap proyek gentengisasi demi estetika yang lebih rapi bagi Indonesia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut, Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak hanya akan bergerak pada usaha konvensional seperti penjualan sembako, pupuk, atau LPG.

Dia mengatakan, pemerintah akan mendorong Kopdes Merah Putih masuk ke sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal, salah satunya peluang usaha produksi genteng. Ia melihat peluang tersebut bisa ditangkap oleh koperasi desa karena bahan baku utamanya justru tersedia di desa. Hal ini sekaligus menyikapi arahan Presiden Prabowo melalui program "gentengisasi".

“Nah genteng itu nanti kalau misalkan menjadi peluang bisnis kan bahan bakunya di desa lagi, untuk bahan baku tanahnya semuanya itu kan ada di desa dan itu bisa ditangkap sama Kopdes gitu loh. Jadi bisa salah satu unit usaha nanti,” ujar Yandri dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, dikutip Rabu (11/2/2026).

1. Kopdes Merah Putih boleh kelola berbagai jenis usaha

Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng.
Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng. (Dok. Kemendes PDT)

Yandri menambahkan, regulasi pemerintah sebenarnya telah membuka ruang yang sangat luas bagi Kopdes Merah Putih untuk mengelola berbagai jenis usaha.

Dalam aturan tentang mineral dan batu bara (Minerba), koperasi dimungkinkan memiliki izin pengelolaan tambang. Demikian pula sektor perkebunan.

“Bahkan di peraturan pemerintah tentang Minerba, koperasi juga bisa memiliki tambang. Bisa malah memiliki perkebunan. Secara aturan sudah boleh,” kata dia.

Meski begitu, Yandri menekankan, tidak semua Kopdes Merah Putuh diarahkan memproduksi genteng. Pemerintah, lanjut dia, tetap akan mengatur pembagian peran antarwilayah agar tidak terjadi kelebihan produksi tanpa pasar.

“Kalau semua Kopdes bikin genteng, nanti siapa yang beli? Ini harus diatur. Karena itu perlu satuan tugas dari pusat sampai desa untuk memetakan potensi dan kebutuhan,” ucapnya.

2. Kopdes Merah Putih berbasis digital

Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng.
Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng. (Dok. Kemendes PDT)

Pemerintah, lanjut Yandri, telah menyiapkan struktur satuan tugas (satgas) dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk memastikan perencanaan usaha koperasi berjalan terarah. Selain itu, sistem pendukungnya akan dibuat berbasis digital.

"Kalau semua Kopdes bikin genteng ya nanti siapa yang beli Mas? Entar dulu diatur. Makanya perlu satgas ini kan dari pusat ada, provinsi ada, kabupaten ada, kecamatan ada, di desa juga ada pengurus koperasinya. Inilah dan ini kita buat sistemnya digital," kata dia.

Menurut dia, sistem yang berbasis digital ini akan memudahkan pemantauan distribusi komoditas dan hasil produksi desa. Misalnya, ketika suatu desa mengalami kelebihan stok beras, informasi tersebut bisa terdeteksi dan disalurkan ke wilayah lain melalui jaringan koperasi.

"Jadi kebutuhannya gimana bisa misalkan oh di desa itu ada overload beras diambil sama mobil truk tadi dibawa ke Kopdes atau Kopdes bawa langsung ke gudang besar di kabupaten nanti disalurkan ke mana? Jadi nanti akan dibuat siklus begitu rantai apa namanya, ekonominya tuh akan dibuat begitu, gitu loh," kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

3. Prabowo ingin garap proyek gentengisasi

Prabowo Subianto di Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden).
Prabowo Subianto di Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menilai, wajah permukiman di Indonesia masih didominasi atap seng yang panas, dan mudah berkarat sehingga tidak mendukung upaya mewujudkan estetika yang indah di negara ini.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Minggu (2/2/2026).

"Semua kota kecamatan, hampir semua desa kita, sekarang maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," kata dia.

Dia mengatakan, kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang indah. Oleh karena itu, Prabowo mendorong penggunaan atap genteng.

"Maaf saya tidak tahu, ini dari dulu industri aluminium dari mana ya? Maaf, bikin yang lain-lain deh. Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng, ya. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek 'gentengisasi' seluruh Indonesia," ujar dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Ghislaine Maxwell kembali Bungkam saat Deposisi DPR AS, Isu Grasi Trump Mencuat

11 Feb 2026, 18:01 WIBNews