Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengungsi Sumatra Berkurang Signifikan, Kini Tinggal 74.369 Orang

Pengungsi Sumatra Berkurang Signifikan, Kini Tinggal 74.369 Orang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Dok. Satgas PRR)
Intinya sih...
  • Jumlah pengungsi berkurang signifikan, kini tinggal 74.369 orang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
  • Pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif dengan pemulihan listrik dan internet 100 persen di Sumbar.
  • Sebanyak 5.489 unit huntara sudah dibangun dari rencana 17.036 unit di tiga provinsi yang terdampak bencana.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatra, Muhammad Tito Karnavian memaparkan berbagai progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan signifikan. Hal tersebut disampaikan Tito pada saat Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Tito menjelaskan, berbagai upaya penanganan terus dilakukan, salah satunya dengan mengerahkan banyak alat berat. Selain itu, personel dari lintas kementerian dan lembaga, termasuk mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan juga dilibatkan di lapangan.

"Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan," ujarnya.

1. Jumlah pengungsi berkurang signifikan

Pengungsi Sumatra Berkurang Signifikan, Kini Tinggal 74.369 Orang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Berdasarkan laporan harian Posko Satgas per Selasa (10/2/2026), jumlah pengungsi di tiga wilayah terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) menunjukkan angka pengurangan yang signifikan. Semula pada 2 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai 2.178.269 orang. Kini jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 74.369 orang yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

Dalam arahan tersebut, Tito menyoroti progres pembersihan lumpur yang terus berjalan. Di Provinsi Aceh, dari 263 lokasi sasaran, sebanyak 156 lokasi telah selesai dibersihkan dan 107 lokasi masih dalam proses. Di Sumut, pembersihan telah selesai di empat dari 11 lokasi dan sisanya masih dalam proses. Lalu, Sumbar telah menuntaskan seluruh 29 lokasi sasaran.

Sektor pelayanan dasar juga menjadi perhatian utama. Seluruh fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi dilaporkan tetap berfungsi. Di Aceh, dua Puskesmas yang rusak berat tetap memberikan pelayanan di luar gedung. Sementara itu, ribuan fasilitas pendidikan terdampak di ketiga provinsi terus didorong agar segera kembali beroperasi normal.

2. Pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif

Pengungsi Sumatra Berkurang Signifikan, Kini Tinggal 74.369 Orang
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026) (dok. Kemendagri)

Pada sektor infrastruktur, Tito mencatat pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif. Sumbar telah mencapai pemulihan listrik dan jaringan internet 100 persen. Sementara Aceh dan Sumut hampir sepenuhnya pulih dengan sisa pelanggan dan Base Transceiver Station (BTS) yang masih dalam penanganan. Pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga terus dipercepat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Tito juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal. Aktivasi pasar rakyat terdampak bencana di ketiga provinsi telah berjalan secara fungsional, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak. Selain itu, lebih dari dua ribu rumah ibadah di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah kembali difungsikan.

3. Sebanyak 5.489 unit huntara sudah dibangun

Pengungsi Sumatra Berkurang Signifikan, Kini Tinggal 74.369 Orang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, hadir sebagai pembicara dalam acara Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 By IDN Times yang digelar di kantor IDN HQ, Jakarta, Rabu (14/1/2026) (IDN Times/Herka)

Terkait bantuan hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Dari rencana 17.036 unit di tiga provinsi, sebanyak 5.489 unit telah selesai dibangun. Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan progres awal di Aceh dan Sumbar. Tito meminta percepatan proses administrasi dan teknis agar pembangunan huntap dapat segera meningkat.

Dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), Tito mengingatkan pentingnya percepatan pembukaan rekening dan penyaluran dana kepada masyarakat. Hingga saat ini, realisasi penyaluran DTH di tiga provinsi telah mencapai hampir 50 persen, dengan capaian tertinggi di Sumatera Barat.

Selain itu, untuk mendukung percepatan pemulihan, personel dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, serta tenaga kesehatan telah dikerahkan di daerah terdampak. Selain itu, ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan juga turut membantu di lapangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

LMK Cakung Kawal Operasi RDF Rorotan, Klaim Solusi Sampah Jakarta

11 Feb 2026, 16:57 WIBNews