Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, mendesak agar pemerintah pusat dan daerah bergerak lebih cepat dalam pemulihan pasca-konflik sosial di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) itu menegaskan masyarakat yang terdampak tak boleh dibiarkan menunggu lama untuk mendapatkan penanganan.
"Kalimat yang ingin saya sampaikan yang pertama yakni jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama. Artinya, semua harus bergerak cepat," ungkap Djamari seperti dikutip, Rabu (9/9/2026).
Dalam rapat koordinasi itu meminta setiap unsur pelaksana memiliki penanggung jawab yang jelas, agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan tak terjadi tumpang tindih.
"Yang harus dikerjakan utama seperti yang dilaporkan oleh Pak Bupati yakni ada 333 rumah, 1 jembatan, 2 sekolah, 2 ruang sekolah dasar, dan 1 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)," tutur dia.
Sebagaimana informasi, konflik sosial di Kabupaten Jayawijaya berawal dari insiden kecelakaan lalu lintas. Kemudian, berlanjut pada aksi penyerangan dan perselisihan mengenai penyelesaian denda adat. Peristiwa itu memuncak pada Mei 2026.
Rangkaian peristiwa itu menyebabkan robohnya Jembatan Gantung Kali Uwe yang menyengsarakan masyarakat sekitar. Konflik sosial di kabupaten tersebut berdampak pada jatuhnya korban jiwa yang mencapai 59 orang. Selain itu, ada pula korban luka berat lima orang dan luka ringan 139 orang.
