Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mensos Tangguhkan 1,4 Juta Penerima Bansos Gegara Main Judi Online
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memaparkan penyaluran bansos di Gedung Kemensos, Rabu (5/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Kemensos menangguhkan bansos triwulan III 2026 bagi 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi bertransaksi judi online berdasarkan data PPATK.
  • Jumlah penerima bansos terindikasi judi online naik dibanding 2025 yang hampir 600 ribu keluarga; Kemensos menargetkan penelusuran detail transaksi selesai sekitar sepekan.
  • Bansos dapat dialihkan jika penerima terbukti sengaja atau mengulangi penggunaan untuk judi online, tetapi keputusan akhir mempertimbangkan asesmen kebutuhan dan kemungkinan penyalahgunaan rekening.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2025

Jumlah penerima bansos yang terindikasi judi online mencapai hampir 600 ribu keluarga penerima manfaat.

evaluasi sebelumnya

Lebih dari 100 ribu penerima bansos terindikasi judi online tetap diberi bantuan setelah asesmen karena dinilai membutuhkan, dengan syarat tidak mengulangi perbuatannya.

triwulan III 2026

Mensos menangguhkan bansos bagi 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi bertransaksi judi online berdasarkan data PPATK.

Rabu (5/8/2026)

Gus Ipul menyatakan jumlah penerima bansos terindikasi judi online meningkat menjadi hampir 1,5 juta keluarga pada tahun ini. Kemensos mulai menelusuri apakah transaksi dilakukan sengaja, tidak sengaja, atau oleh pihak lain.

minggu depan

Kemensos menargetkan penyampaian hasil penelusuran terkait penerima lama yang kembali berjudi online atau penerima yang baru terindikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian Sosial menangguhkan penyaluran bantuan sosial kepada 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi melakukan transaksi judi online.
  • Who?
    Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Kementerian Sosial, PPATK, dan 1.494.652 keluarga penerima manfaat yang terindikasi transaksi judi online terlibat dalam proses ini.
  • Where?
    Informasi penangguhan disampaikan Syaifullah Yusuf di Kementerian Sosial, Jakarta.
  • When?
    Penangguhan berlaku pada penyaluran bansos triwulan III 2026. Keterangan disampaikan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
  • Why?
    Penangguhan dilakukan setelah data PPATK mengindikasikan penerima bansos melakukan transaksi judi online. Pemerintah menilai bansos harus digunakan sesuai peruntukannya.
  • How?
    Kemensos menelusuri apakah transaksi dilakukan sengaja, tidak sengaja, atau rekening digunakan pihak lain. Hasil pendalaman ditargetkan sekitar satu pekan, dengan keputusan akhir mempertimbangkan asesmen kesejahteraan penerima.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menunda bantuan untuk hampir 1,5 juta keluarga. Mereka diduga memakai uang bantuan untuk judi online. Pemerintah masih memeriksa apakah mereka benar bermain atau rekeningnya dipakai orang lain. Kalau terbukti bermain lagi, bantuannya akan diberikan kepada keluarga lain yang membutuhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Langkah penelusuran Kemensos menunjukkan upaya menjaga bantuan sosial tetap tepat sasaran tanpa mengabaikan kondisi penerima. Keputusan akhir akan didasarkan pada asesmen, termasuk kemungkinan transaksi tidak disengaja atau penyalahgunaan rekening. Pengalaman evaluasi sebelumnya, ketika sebagian penerima yang benar-benar membutuhkan masih diberi kesempatan, mencerminkan pendekatan yang menggabungkan ketegasan dengan perhatian terhadap kesejahteraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf, menangguhkan bantuan sosial (bansos) kepada 1.494.652 keluarga penerima manfaat (KPM) pada triwulan III 2026 setelah terindikasi melakukan transaksi judi online (judol) berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Gus Ipul mengatakan, jumlah penerima bansos yang terindikasi judol meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Ini sedang kita dalami, sedang kita telusuri, dan ini lebih tinggi dibanding tahun 2025 yang lalu yang jumlahnya mencapai hampir 600 ribu. Tahun ini angkanya hampir mencapai 1,5 juta keluarga penerima manfaat yang terindikasi main judol," kata Gus Ipul di Kemensos, Rabu (5/8/2026).

1. Bansos milik penerima terindikasi judol akan dialihkan

Ilustrasi judi online (judol) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu)

Dia mengatakan, pemerintah akan mengambil tindakan apabila penerima bansos terbukti dengan sengaja menggunakan bantuan untuk berjudi secara daring, terutama bagi mereka yang mengulangi pelanggaran.

"Tentu kita akan alihkan dan tidak akan salurkan lagi kepada keluarga-keluarga penerima manfaat yang main judi online," ujar dia.

2. Mensos akan menelusuri

Ilustrasi Judol (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Gus Ipul menjelaskan, Kemensos masih menelusuri apakah transaksi tersebut dilakukan secara sengaja, tidak sengaja, atau rekening penerima dimanfaatkan pihak lain. Hasil pendalaman itu ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu pekan.

"Ini lagi dalam proses, datanya baru kita terima, sekarang kita lagi telusuri lebih lanjut. Insyaallah minggu depan kita akan sampaikan berapa persen penerima manfaat yang lama yang main judol lagi atau memang ini baru semua," kata dia.

3. Bansos bukan untuk judol

IIustrasi penyaluran bansos di POS. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Selain itu, Mensos juga mempertimbangkan kondisi kesejahteraan masing-masing penerima sebelum mengambil keputusan akhir. Pada evaluasi sebelumnya, sekitar 100 ribu lebih penerima bansos yang terindikasi judol masih diberi kesempatan menerima bantuan setelah melalui asesmen dan dinilai benar-benar membutuhkan. Namun, mereka diminta tidak mengulangi perbuatannya.

"Tentu dengan syarat untuk tidak mengulangi lagi. Kalau nanti ini terbukti mengulangi lagi maka tidak akan kita salurkan bantuan sosial yang berasal dari PKH maupun dari sembako. Semuanya tergantung asesmen dan hasil pemutakhiran. Jadi kalau kita sih berharap bantuan-bantuan ini dibelanjakan sesuai dengan peruntukannya. Tidak untuk judi online," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article