Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri HAM Kirim Jajaran Kawal Konflik Adonara, Gunakan Pendekatan Budaya
Menteri HAM Natalius Pigai di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Menteri HAM Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kemenkumham NTT untuk memantau konflik antarwarga di Adonara yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.
  • Pemantauan dilakukan guna memahami kondisi pascakonflik serta menentukan langkah penyelesaian damai melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan pemangku kepentingan.
  • Pigai menekankan pendekatan budaya lebih efektif dibanding penegakan hukum semata dalam membangun kepercayaan masyarakat dan mencegah konflik serupa di masa depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Adonara ada orang-orang yang berkelahi dan banyak rumah terbakar. Tiga orang meninggal, dan banyak orang sedih. Pak Natalius Pigai, Menteri HAM, kirim orang untuk lihat keadaan di sana. Mereka mau bantu supaya semua damai lagi. Sekarang mereka ajak tokoh adat dan tokoh agama bicara biar tidak ada perang lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur untuk memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Adonara, Flores Timur.

Pigai mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap penanganan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi. Pemantauan di lapangan bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah yang diperlukan dalam mendukung penyelesaian secara damai.

Hasil pemantauan, menurut Pigai, akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat dan agama, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” ujar Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Menurut Pigai, pendekatan berbasis budaya lebih efektif dibandingkan pendekatan yang hanya mengedepankan aspek penegakan hukum.

Ia menyebut pelibatan tokoh adat dan mekanisme penyelesaian yang hidup di tengah masyarakat mampu membangun kembali kepercayaan serta mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang.

Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan penyelesaian insiden bentrokan berlangsung secara damai, menghormati HAM, serta memberikan rasa aman bagi warga terdampak.

“Kementerian HAM berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” ucap Pigai.

Berdasarkan data sementara Kementerian HAM, bentrokan yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia serta puluhan rumah terbakar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article