Menteri Koperasi: Kopdes Merah Putih Ikut Dilibatkan Program Gentengisasi

- Koperasi desa akan pakai pendekatan teknologi baru untuk produksi genteng. Inovasi menggunakan campuran tanah liat dengan bahan turunan limbah batu bara.
- Penggunaan genteng berdampak pada kualitas hunian masyarakat, lebih sejuk dan tahan lama dibandingkan atap seng.
- Peran generasi muda penting dalam penguatan Kopdes Merah Putih, digitalisasi koperasi melalui sistem Simkopdes memungkinkan aktivitas usaha tercatat secara transparan.
Jakarta, IDN Times – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan dilibatkan dalam berbagai program produktif nasional, salah satunya gentengisasi yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Menurutnya, sektor industri bahan bangunan memiliki potensi pasar yang besar dan berkelanjutan bagi koperasi desa.
Kopdes Merah Putih terus didorong menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa. Pemerintah memposisikan koperasi ini tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai inkubator bisnis yang mampu membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi muda.
“Program gentengisasi ini membuka peluang besar bagi Kopdes Merah Putih untuk masuk ke sektor produksi yang nyata, berkelanjutan, dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
1. Koperasi desa akan pakai pendekatan teknologi baru untuk produksi genteng

Ia menjelaskan, produksi genteng oleh koperasi desa akan menggunakan pendekatan teknologi baru. Inovasi tersebut memanfaatkan campuran tanah liat dengan bahan turunan limbah batu bara sehingga menghasilkan genteng yang lebih ringan, kuat, dan efisien dari sisi biaya produksi.
“Kami dorong penggunaan teknologi yang membuat genteng lebih ringan, lebih kuat, dan tentu lebih murah. Bahan bakunya juga tersedia hampir di seluruh daerah,” kata Ferry.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi desa, tetapi juga selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan limbah dan pemanfaatan material ramah lingkungan dinilai dapat meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi.
2. Penggunaan genteng juga berdampak pada kualitas hunian masyarakat

Selain aspek ekonomi dan lingkungan, Ferry menilai, penggunaan genteng juga berdampak pada kualitas hunian masyarakat.
“Genteng lebih sejuk dan lebih tahan lama dibandingkan atap seng yang mudah panas dan berkarat. Ini soal kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat desa,” ujar Ferry.
3. Peran generasi muda penting dalam penguatan Kopdes Merah Putih

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya peran generasi muda dalam penguatan Kopdes Merah Putih. Ia menyebut, pemuda harus menjadi pelopor dalam pembentukan dan pengelolaan koperasi, terutama di era digital.
“Anak muda harus berada di garda depan koperasi. Mereka punya keunggulan dalam penguasaan teknologi dan inovasi,” kata Farida. Ia menambahkan, digitalisasi koperasi melalui sistem Simkopdes memungkinkan seluruh aktivitas usaha dan administrasi tercatat secara transparan.
“Dengan Simkopdes, pemetaan potensi desa, transaksi usaha, hingga tata kelola koperasi bisa dilakukan secara akuntabel dan modern,” ujarnya.
Farida optimistis, kombinasi usaha produktif seperti gentengisasi dan pengelolaan koperasi berbasis digital akan menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai pilar ekonomi desa.
“Koperasi ini bukan hanya memperkuat ekonomi kerakyatan, tetapi juga membuka ruang aktualisasi dan lapangan kerja baru bagi anak muda di seluruh Indonesia," pungkasnya.















![[QUIZ] Tes Seberapa Hafal Kamu dengan Rute TransJakarta? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250813/upload_9dbee9a299fda131fd3c7a49504b7676_77f8b406-d909-4b72-b903-7603a4f07a52_watermarked_idntimes-2.jpeg)


