Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pesan Djamari ke Taruna Akpol: Jangan Cuma Fokus ke Jabatan Usai Lulus

Pesan Djamari ke Taruna Akpol: Jangan Cuma Fokus ke Jabatan Usai Lulus
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika memberikan pembekalan di hadapan 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian, Semarang. (Dokumentasi Kemenko Polkam)
Intinya Sih
  • Djamari Chaniago menegaskan taruna Akpol harus fokus pada pengabdian dan manfaat bagi rakyat, bukan sekadar mengejar pangkat atau jabatan setelah lulus.
  • Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme, integritas, serta kesiapan menghadapi keragaman budaya di seluruh wilayah Indonesia dalam menjalankan tugas kepolisian.
  • Gubernur Akpol Irjen Daniel Silitonga menyampaikan apresiasi kepada Djamari atas pembekalan inspiratif yang memotivasi 1.064 taruna untuk menjadi perwira Polri berintegritas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, memberikan pembekalan di hadapan 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian pada Jumat (8/5/2026). Salah satu pesan penting yang disampaikan oleh purnawirawan jenderal itu yakni usai lulus, maka para taruna dan siswa tak hanya fokus untuk meraih pangkat serta jabatan.

"Para taruna dan siswa harus lebih fokus kepada peran dan manfaat untuk rakyat. Selain itu, kalian juga harus bekerja dengan profesional dan memegang integritas," ujar Djamari di dalam keterangan, Sabtu (9/5/2026).

Ia juga mengingatkan personel kepolisian bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian. Itu sebabnya dibutuhkan mental, semangat dan kepribadian yang tangguh dalam menjalankan tugas.

Djamari pun juga berharap Polri tetap harus menjadi institusi yang dicintai oleh rakyat. Meskipun menurut data, tingkat kepercayaan masyarakat ke kepolisian terus menurun. Salah satu yang paling disorot ketika kendaraan rantis milik Brimob malah menabrak dan melindas sopir ojol di daerah Bendungan Hilir. Padahal, sopir ojol itu sedang mengantarkan makanan bagi warga yang memesan lewat aplikasi.

1. Menko Djamari polisi sebagai pengayom dan pelindung rakyat tak cuma slogan

Djamari Chaniago, taruna kepolisian
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika memberikan pembekalan di hadapan 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian, Semarang. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Pembekalan materi ini dihadiri oleh 1.064 taruna dan siswa, 861 dosen, pengajar, pelatih, pengasuh, mentor dan staf. Djamari meminta agar kalimat 'polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat' tak cuma berakhir slogan. "Itu harus benar-benar diterapkan," ujar Djamari.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang luas dan mempunyai keanekaragaman budaya yang tinggi. Oleh sebab itu, para taruna harus menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai karakter dan kultur masyarakat. Hal ini penting ketika ditugaskan di berbagai daerah.

"Wilayah Indonesia sangat beragam mulai dari ujung barat sampai ujung timur. Setiap daerah memiliki perbedaan budaya dan tradisi. Karena itu, kalian harus siap ditugaskan di seluruh wilayah di Tanah Air. Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita," kata Djamari.

2. Keberhasilan seorang taruna dilihat dari unit organisasi yang dipimpin

Djamari Chaniago, taruna kepolisian
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika memberikan pembekalan di hadapan 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian, Semarang. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Hal lain yang disampaikan oleh Djamari yaitu keberhasilan seorang taruna di dalam kariernya tidak haanya diukur dari prestasi pribadi. Tetapi, juga dari kemampuan membangun unit organisasi yang dipimpinnya menjadi unit terbaik.

"Saya mengapresiasi taruna yang meraih predikat terbaik di akademi, Adhi Makayasa. Namun, setelah itu kalian juga harus mampu menjadikan unit yang kalian pimpin sebagai unit Adhi Makayasa. Di mana unit itu bekerja dan mengabdi dengan baik," kata Djamari.

Para taruna itu juga diminta oleh Djamari untuk menjaga sikap, tindakan dan ucapan. Sebab, tiap perilaku anggota kepolisian akan mempengaruhi citra institusi di benak masyarakat.

3. Gubernur Akpol ucapkan terima kasih ke Djamari mau berikan pesan kepada para taruna

Djamari Chaniago, taruna kepolisian
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika memberikan pembekalan di hadapan 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian, Semarang. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Sementara, Gubernur Akademi Kepolisian Irjen (Pol) Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Djamari atas pembekalan yang diberikan kepada ribuan taruna. Djamari, kata Daniel, bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Polri.

"Djamari tetap aktif memberikan cahaya berupa inspirasi, motivasi dan tambahan wawasan bagi para calon perwira Polri," kata Daniel.

"Mewakili 1.064 taruna, kami ucapkan terima kasih, rasa hormat dan kebanggaan setinggi-tingginya kepada Bapak Menko Polkam. Usia 77 tahun bukan lah angka yang kecil tetapi bagi seorang prajurit usia hanya lah hitungan kalender," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More