Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pimpinan DPR Panggil Sejumlah Menteri Bahas Isu Konflik Agraria-Kinerja Pansus
Pimpinan DPR memanggil sejumlah menteri untuk menggelar rapat koordinasi membahas isu mengenai Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Pimpinan DPR menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri dan KPA di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
  • Rapat membahas isu strategis serta konflik agraria yang dinilai sangat mendesak untuk segera dituntaskan.
  • KPA diminta memaparkan persoalan mendesak agar dapat ditampung langsung oleh jajaran menteri yang hadir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (11/8/2026)

Pimpinan DPR memanggil sejumlah menteri untuk rapat koordinasi mengenai KPA di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Rapat membahas isu strategis dan konflik agraria yang mendesak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rapat koordinasi membahas isu KPA, isu strategis, dan konflik agraria.
  • Who?
    Pimpinan DPR, Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, sejumlah menteri, dan Dewi Kartika dari KPA.
  • Where?
    Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
  • When?
    Selasa (11/8/2026).
  • Why?
    Konflik agraria dinilai sangat mendesak untuk segera dituntaskan, sementara rancangan besar KPA membutuhkan waktu lama dan Pansus Agraria belum banyak membahas.
  • How?
    Pimpinan DPR mengundang kementerian dan lembaga lintas sektor, lalu meminta KPA memaparkan persoalan mendesak kepada jajaran menteri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pimpinan DPR mengajak menteri dan KPA rapat di Jakarta. Mereka bicara tentang masalah tanah dan konflik agraria yang perlu cepat selesai. Kak Dasco bilang Pansus Agraria DPR belum bisa banyak membahas. KPA juga diminta menjelaskan masalah yang sangat mendesak kepada para menteri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rapat yang mempertemukan pimpinan DPR, jajaran menteri, dan KPA membuka ruang untuk menampung persoalan agraria yang mendesak secara langsung. Kehadiran menteri dan wakil menteri yang disebut dapat mengambil keputusan memungkinkan pembahasan sejumlah masalah dilakukan dalam satu forum koordinasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pimpinan DPR memanggil sejumlah menteri untuk menggelar rapat koordinasi, membahas isu mengenai Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya jajaran Wakil Ketua DPR RI yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Sementara dari pihak pemerintah diwakili Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid; Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni; Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT), Yandri Susanto; Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari; dan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika.

1. Soroti kinerja Pansus Agraria

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad respons hasil survei SMRC soal approval rating Prabowo. (IDN Times/Amir Faisol).

Dasco mengatakan, rancangan besar KPA masih membutuhkan waktu yang lama. Di sisi lain, Panitia Khusus (Pansus) Agraria yang dibentuk DPR belum bisa banyak membahas.

"Kalau dilihat grand design soal KPA ini tentunya akan memakan waktu yang lama dan panjang. Sementara, Pansus Agraria yang sudah dibentuk DPR itu juga belum bisa menghasilkan banyak. Nah oleh karena itu, kejadian demi kejadian di lapangan yang kemudian datang silih berganti, itu juga tidak bisa menunggu dan harus juga cepat diselesaikan," ucapnya.

2. Bahas isu strategis dan konflik agraria

Aksi Kamisan Medan menggelar unjuk rasa damai sebagai bentuk dukungan terhadap warga Padang Halaban korban konflik agraria PT SMART, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dasco mengatakan, rapat tersebut membahas soal isu strategis dan konflik agraria yang perlu segera diselesaikan.

"Nah oleh karena itu, saya kemudian berinisiatif mengundang kementerian dan lintas kementerian atau lembaga pada hari ini. Gunanya adalah membicarakan beberapa hal-hal yang strategis serta konflik-konflik agraria yang sangat mendesak untuk segera dituntaskan," tuturnya.

3. Minta KPA menjelaskan kepada jajaran menteri

Agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI mengenai situasi konflik agraria, kriminalisasi petani, serta evaluasi terhadap kerja Pansus Penyelesaian Konflik Agraria (Pansus PKA). (Dok. KPA)

Dalam rapat tersebut, KPA diminta memaparkan berbagai permasalahan yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan. Isu-isu tersebut akan ditampung langsung oleh jajaran menteri yang hadir.

"Nah mungkin dari KPA nanti bisa memaparkan, tapi mohon maaf juga kalau karena keterbatasan waktu kita, kita juga batasi mungkin beberapa persoalan yang sangat-sangat mendesak untuk kita segera selesaikan. Mumpung nih ada nih, menteri, wakil menteri yang semua bisa ambil keputusan pada saat ini dan kita bisa ambil keputusannya untuk masalah A, B, C, kita sepakati di sini," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article