Prabowo Sebut Stunting akibat Proyek Pemiskinan Rakyat

- Angka stunting mencapai 25 persen
- Prabowo menilai program MBG penting bagi rakyat lemah
- Lebih dari 75 negara terapkan program serupa
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih tingginya angka stunting di Indonesia. Dia menjelaskan, stunting terjadi akibat kekurangan gizi yang membuat sel-sel tubuh, termasuk otak, tulang, dan otot, tidak berkembang optimal.
Menurutnya, persoalan tersebut tak bisa dilepaskan dari kemiskinan. Orang nomor satu di Indonesia itu bahkan menyebut stunting sebagai bagian dari proses pemiskinan rakyat yang harus dihentikan negara.
"Jadi, stunting akibat juga dari proses pemiskinan. Proyek pemiskinan rakyat Indonesia," katanya dalam peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (13/2/2026).
1. Angka stunting sempat mencapai 25 persen
Prabowo mengungkapkan, angka stunting di Indonesia sempat menyentuh 25 persen dari total anak-anak. Kondisi itu, kata dia, tidak bisa diatasi hanya dengan teori atau program yang bagus di atas kertas.
Dia menyampaikan telah mempelajari pengalaman sejumlah negara lain dan menyimpulkan solusi paling efektif adalah intervensi langsung pemerintah. Intervensi itu diarahkan kepada anak-anak, ibu hamil, hingga kelompok lansia yang tidak berdaya secara ekonomi.
"Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa dengan hanya dengan kata-kata, hanya dengan program-program indah. Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain, bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah," ujar dia.
2. Putuskan program MBG meski dikritik

Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mungkin tidak terlalu berdampak bagi kelompok mampu. Namun, dia menilai program tersebut sangat dibutuhkan oleh mayoritas rakyat yang secara ekonomi masih lemah.
Dia juga mengaku sempat mendapat banyak kritik saat meluncurkan program tersebut. Dia menyebut sejumlah kalangan terdidik, termasuk profesor, meragukan dan memprediksi program itu akan gagal serta dianggap menghamburkan anggaran.
"Tapi menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh, sungguh menyedihkan bagi saya. Tapi, saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik," kata Prabowo.
3. Lebih dari 75 negara terapkan program serupa

Prabowo mengatakan program makan gratis atau intervensi gizi telah dijalankan lebih dari 75 negara. Dia menyebut Indonesia termasuk yang relatif belakangan menerapkannya, kemungkinan di urutan ke 76 atau 77.
Dia mencontohkan India yang menurutnya memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita sekitar setengah dari Indonesia, tetapi mampu memberikan makan gratis kepada sekitar 800 juta penduduknya selama lebih dari satu dekade.
Menurutnya, program tersebut yang dijalankan di India telah memiliki dasar hukum kuat, bahkan masuk dalam kerangka konstitusi negara tersebut. Atas dasar itu, pemerintah memutuskan menjalankan program serupa di Indonesia.
"India itu adalah setengah produk domestik brutonya, setengah per kapita dari kita, berani memberi makan gratis untuk 800 juta rakyat mereka dan sudah berjalan 10 tahun lebih," tuturnya.



















