Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komdigi Siapkan 386 Posko Digital untuk Ramadan-Idul Fitri

Suasana salat idulfitri di Masjid Istiqlal pada Senin (31/3/2025). (IDN Times/Amir Faisol)
Suasana salat idulfitri di Masjid Istiqlal pada Senin (31/3/2025). (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya sih...
  • Pada periode siaga 15-29 Maret 2026 ada 386 posko disiapkan
  • Targetkan kecepatan internet agar bisa terjaga
  • Kemkomdigi juga lakukan pengawasan spektrum frekuensi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Saat momen Ramadan dan Idulfitri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) siagakan 386 posko digital dan sistem monitoring terpadu. Menteri Komdigi Meutya Hafid menjelaskan jaringan telekomunikasi jadi tulang punggung mobilitas publik selama arus mudik.

“Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” ujar Meutya Hafid dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (13/2/2026).

1. Pada periode siaga 15-29 Maret 2026 ada 386 posko disiapkan

ilustrasi mudik
ilustrasi mudik (dok. Kemenhub)

Dalam momen periode siaga 15-29 Maret 2026, Kemkomdigi menyiapkan 386 posko siaga yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko itu terdiri atas lima posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang akan bersiaga 24 jam memantau kualitas layanan dan potensi gangguan jaringan.

Kemkomdigi juga mengoperasikan dashboard monitoring terpadu yang memungkinkan pemantauan fisik kepadatan arus dan kualitas sinyal seluler secara real time. Data tersebut akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga guna mendeteksi potensi bottleneck, baik di jalur transportasi maupun pada trafik komunikasi digital.

2. Targetkan kecepatan internet agar bisa terjaga

ilustrasi mudik (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi mudik (IDN Times/Aditya Pratama)

Meutya juga mengungkapkan, pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 lalu, kecepatan internet dijaga pada rata-rata 80 Mbps untuk unduh dan 35–36 Mbps untuk unggah, angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan libur lebaran tahun 2025 yang berada di angka 44,75 Mbps untuk unduh dan 24,43 Mbps untuk unggah.

“Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” katanya.

3. Kemkomdigi juga lakukan pengawasan spektrum frekuensi

ilustrasi mudik (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi mudik (IDN Times/Aditya Pratama)

Kemkomdigi juga lakukan pengawasan spektrum frekuensi demi menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk kereta cepat Whoosh.

Kemkomdigi meningkatkan patroli siber dan spektrum untuk mengantisipasi maraknya penipuan melalui fake BTS yang kerap menyasar titik kemacetan. Modus ini menggunakan perangkat pemancar ilegal yang menyamar sebagai sinyal resmi untuk mengirim pesan penipuan ke ponsel masyarakat.

“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile, menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” kata Meutya.

Kemkomdigi juga memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sebagai akses cepat masyarakat mendapatkan bantuan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Immanuel Ebenezer Ingin Pimpinan KPK Hadir di Sidang Korupsinya

13 Feb 2026, 13:28 WIBNews