Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Ramos-Horta Puji Toleransi di Indonesia saat Bertemu Megawati
Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta bertemu dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri (dok. PDIP)
  • Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta memuji toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia saat bertemu Megawati Soekarnoputri di Jakarta.
  • Ramos-Horta menyoroti 30-40 juta umat Kristen dan Katolik di Indonesia, termasuk sekitar 10-14 juta Katolik, sebagai gambaran keberagaman di negara mayoritas Muslim.
  • Ia juga mengapresiasi ketangguhan masyarakat Indonesia yang dinilai selalu bangkit dan pulih lebih baik setelah menghadapi gempa bumi maupun banjir besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (28/8/2026)

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menghadiri pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri, peraih Nobel, dan ilmuwan dunia di Megawati Institute, Jakarta. Ia memuji toleransi antarumat beragama serta ketangguhan masyarakat Indonesia menghadapi bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta memuji toleransi antarumat beragama dan ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.
  • Who?
    Jose Ramos-Horta, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah peraih Nobel, ilmuwan dunia, serta masyarakat Indonesia menjadi pihak yang disebut dalam pertemuan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan Ramos-Horta disampaikan di Megawati Institute, kawasan Menteng, Jakarta.
  • When?
    Pujian tersebut disampaikan pada Jumat, 28 Agustus 2026, saat Ramos-Horta menghadiri pertemuan bersama Megawati Soekarnoputri.
  • Why?
    Ramos-Horta menilai masyarakat Indonesia dari berbagai agama hidup berdampingan, saling menghormati, dan mampu bangkit kembali setelah gempa bumi maupun banjir besar.
  • How?
    Ramos-Horta menyampaikan apresiasinya melalui pernyataan dalam pertemuan, termasuk menyoroti jumlah umat Katolik dan Protestan serta kerukunan di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta bertemu Ibu Megawati di Jakarta. Ia bilang orang-orang di Indonesia dari banyak agama bisa hidup rukun dan saling menghormati. Ia juga bilang banyak orang Katolik dan Kristen tinggal di Indonesia. Ramos-Horta melihat warga Indonesia juga selalu bangkit lagi setelah gempa dan banjir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pujian Jose Ramos-Horta menempatkan Indonesia sebagai gambaran hidup tentang keberagaman yang dijaga melalui saling menghormati dan menerima perbedaan. Di tengah populasi besar, ragam agama, wilayah kepulauan, serta tantangan bencana, kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan dan bangkit kembali memperlihatkan ketangguhan sosial yang mendapat perhatian dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, mengapresiasi kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ramos menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia yang layak mendapat perhatian masyarakat dunia.

Ramos-Horta yang merupakan peraih Nobel Perdamaian juga menyoroti keberadaan umat Kristiani dan Katolik dalam jumlah besar di Indonesia. Menurut dia, fakta tersebut menjadi gambaran menarik mengenai kehidupan masyarakat beragama di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Ramos melihat umat dari berbagai agama di Indonesia mampu menjalani kehidupan secara berdampingan. Kerukunan tersebut dinilai menjadi contoh menarik bagi negara-negara lain dalam menjaga kehidupan sosial di tengah keberagaman.

Pujian itu disampaikan Ramos-Horta ketika menghadiri pertemuan bersama Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah peraih nobel, serta para ilmuwan dunia di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

"Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, tetapi juga memiliki lebih banyak umat Katolik daripada banyak negara di Eropa," ujar Ramos-Horta.

Ramos-Horta kemudian menyampaikan perkiraan jumlah umat Katolik dan Kristen Protestan di Indonesia. Dia mengatakan, totalnya berada di kisaran 30 hingga 40 juta jiwa, sementara umat Katolik diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 14 juta jiwa.

Menurut dia, jumlah umat Katolik di Indonesia tersebut bahkan lebih besar dibandingkan populasi Katolik di sejumlah negara Eropa.

"Berapa banyak negara di Eropa yang memiliki 10 juta atau 14 juta umat Katolik? Inilah yang sebagian besar orang di dunia tidak ketahui. Mereka hanya tahu Indonesia adalah mayoritas Muslim terbesar di dunia," ucap dia.

Bagi Ramos-Horta, besarnya jumlah umat dari berbagai agama bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian. Dia lebih menekankan cara masyarakat Indonesia menjaga keberagaman melalui sikap saling menghormati dan menerima perbedaan.

"Saya katakan, ya, mereka mayoritas Muslim, tetapi mereka juga punya lebih banyak umat Katolik daripada beberapa negara Eropa yang hidup dengan cara yang paling damai, saling bertoleransi, dan saling menerima," ujar dia.

Ramos-Horta turut mengapresiasi ketangguhan masyarakat Indonesia menghadapi berbagai bencana alam. Dia melihat daya juang masyarakat menjadi salah satu karakter kuat bangsa Indonesia.

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 300 juta jiwa dan wilayah yang membentang di sekitar 17 ribu pulau menghadapi beragam ancaman bencana. Gempa bumi hingga banjir besar menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi masyarakat di berbagai wilayah.

Meski kondisi geografis menghadirkan risiko tinggi, Ramos-Horta melihat masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk kembali bangkit setelah mengalami bencana. Dia menilai, pengalaman menghadapi berbagai musibah justru memperlihatkan kekuatan masyarakat dalam memulihkan diri.

"Alam tidak begitu bersahabat dengan Indonesia karena terus-menerus mengalami gempa bumi dan banjir yang besar. Namun demikian, setiap kali terjadi, rakyat Indonesia selalu bangkit kembali dan setiap kali bangkit, mereka menjadi lebih baik," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article