Pemukim Israel Targetkan Pabrik-Pabrik Palestina demi Kuasai Lahan

- Kebakaran dekat pabrik aluminium al-Omari di Ein Siniya menghanguskan sekitar 50 dunam kebun zaitun dan merusak halaman pabrik; warga disebut dilarang tentara Israel memadamkan api.
- Di as-Samu, sekitar 30 pemukim menyerang fasilitas Khaled al-Zaarir, menghancurkan alat berat dan kantor keamanan. Lebih dari 90 persen peralatan rusak total, mengancam penghidupan 55 orang.
- Pakar dan CRRC menyebut serangan terhadap industri Palestina berlangsung sistematis untuk melemahkan ekonomi dan mendorong pengusiran warga; tercatat 798 serangan pemukim sepanjang Juli 2026.
Jakarta, IDN Times - Gelombang serangan pemukim Israel terhadap berbagai fasilitas industri warga Palestina di kawasan West Bank yang diduduki kian meningkat pesat. Aksi perusakan dan pembakaran tempat usaha ini diduga sengaja dilakukan untuk melumpuhkan perekonomian lokal sekaligus memaksa warga Palestina pergi dari tanah mereka.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (24/8/2026) saat kebakaran besar melanda area dekat pabrik aluminium al-Omari di Desa Ein Siniya, utara Ramallah. Kobaran api yang diduga dipicu oleh pemukim Israel tersebut menghanguskan sekitar 50 dunam (12,3 ekar) kebun zaitun dan merusak area halaman pabrik.
1. Pembakaran fasilitas industri dan penyerangan di Ein Siniya

ilustrasi kebakaran (pexels.com/Pixabay) Kepala Dewan Desa Ein Siniya, Emad Khater, mengungkapkan bahwa seorang pemukim Israel terlihat berada di dekat pabrik sebelum api berkobar. Saat warga dan pekerja berusaha memadamkan api, tentara Israel justru melarang mereka memadamkan kebakaran tersebut. Dilansir Al Jazeera, Khater menegaskan insiden itu merupakan bagian dari aksi kejahatan yang terencana. "Ini adalah salah satu dari serangkaian serangan sistematis yang sebelumnya melanda Ein Siniya, mencakup pembakaran pohon, rumah, dan mobil, serta aksi pencurian dan penganiayaan terhadap warga," kata Khater kepada Al Jazeera.
Pemilik fasilitas industri di Ein Siniya, Abdul Samad Abdul Aziz, menceritakan bahwa pemukim ilegal Israel menerobos area miliknya pada akhir Juli 2026. Dalam serangan tersebut, mesin pemecah batu rusak parah akibat dibakar hingga kerugian mencapai 700 ribu dolar AS atau setara Rp12,4 miliar. Abdul Aziz menyebut para pemukim sengaja merusak kendaraan dan kantor untuk membatasi aktivitas usaha. Aksi intimidasi ini bertujuan memaksa pemilik pabrik angkat kaki dari kawasan tersebut.
2. Kerusakan alat berat dan ancaman ekonomi di as-Samu

ilustrasi buldoser (unsplash.com/Zac Edmonds) Serangan serupa menimpa fasilitas industri milik Khaled al-Zaarir di Kota as-Samu, sebelah selatan Hebron. Sekitar 30 pemukim Israel menyerbu lokasi usaha miliknya pada Jumat (21/8/2026) setelah melontarkan serangkaian ancaman pembunuhan. Aksi perusakan dan pembakaran tersebut menghancurkan dua ekskavator, tiga mesin pemotong batu, tiga buldoser, serta satu kantor keamanan.
Kebakaran yang dipicu aksi perusakan tersebut menyebabkan lebih dari 90 persen peralatan berat rusak total dan tidak bisa diperbaiki. Kejadian memprihatinkan ini berdampak langsung pada penghidupan 55 orang yang menggantungkan mata pencaharian, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari fasilitas tersebut.
3. Sabotase sistematis untuk memperparah krisis di West Bank

West Bank (Travel 2 Palestine, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Pakar ekonomi Moayad Afanah menyatakan bahwa fasilitas industri warga Palestina di Area B dan Area C West Bank diserang secara kolektif dan terencana. Serangan baru-baru ini terhadap pabrik olahan susu al-Junaidi di wilayah Tulkarem memperlihatkan bahwa target pemukim tidak terbatas pada industri berat. Afanah menegaskan bahwa kerugian finansial akibat perusakan alat berat ini sangat memukul perekonomian warga lokal serta memicu melonjaknya angka pengangguran yang sudah mencapai 29 persen. "Nilai kerugian finansial sangat besar karena pembakaran satu ekskavator menghabiskan biaya ratusan ribu shekel, yang pada akhirnya menguras perekonomian Palestina," ujar Afanah kepada Al Jazeera.
Pejabat Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman (CRRC), Amir Dawoud, mencatat ada 798 serangan pemukim Israel sepanjang Juli 2026. Laporan tersebut merinci 440 kasus perusakan properti, 67 penyitaan aset, hingga perusakan atau pengracunan 5.027 pepohonan. Rangkaian aksi intimidasi ini terus berlanjut hingga Agustus, seperti pemotongan kabel dan pencurian komponen elektronik mesin pemotong batu di Sinjil pada 16 Agustus lalu. Dawoud menegaskan bahwasanya aksi teror ini memiliki fungsi ganda untuk menimbulkan kerugian ekonomi sekaligus memaksa warga Palestina pergi demi ekspansi pemukiman.


















