Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Akan Revitalisasi Desa Adat Sade yang Kebakaran

Prabowo Akan Revitalisasi Desa Adat Sade yang Kebakaran
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo memerintahkan pemulihan dan revitalisasi Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan perencanaan sedang disusun bersama pemerintah daerah.
  • Kebakaran meludeskan 167 bangunan, termasuk 75 rumah adat, 69 artshop, masjid, lumbung, dan fasilitas lain. Sebanyak 120 keluarga atau 320 jiwa terdampak.
  • Bupati Lombok Tengah memperkirakan kerugian mencapai Rp35 miliar, dengan nilai budaya rumah berbahan ilalang sangat tinggi. Sebanyak 1.500 ASN bersama TNI/Polri membersihkan puing kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengaku sudah mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan kembali Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terbakar. Fadli juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Iya, arahannya (Presiden), kita akan pulihkan kembali, kita akan revitalisasi. Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur juga. Ada 75 kalau tidak salah bangunan adat, ada kios-kios juga, ada masjid. Sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali revitalisasi dari Desa Adat Sade ini," ujar Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2026).

  1. 1. Kerugian Desa Adat Sade Tembus Rp35 miliar

    IMG-20260826-WA0025.jpg
    Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Sebelumnya, Bupati Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri mengungkap nilai kerugian akibat kebakaran Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, menembus angka Rp35 miliar. Meskipun rumah adat yang ludes terbakar bahan dasarnya dari ilalang dan pagar dari kayu, namun nilai budayanya sangat tinggi.

    "Kerugiannya itu sekitar 35 miliaran. Karena ini bahan dasar rumah ini dari ilalang dan pagar-pagar, maka seperti itu. Namun nilai budayanya yang memang dipertahankan," kata Pathul dikonfirmasi di Posko Bantuan Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah, Rabu (26/8/2026).

  2. 2. Sebanyak 167 bangunan Desa Adat Sade ludes terbakar

    IMG-20260826-WA0019.jpg
    Pembersihan puing-puing bangunan Desa Adat Sade yang ludes terbakar, Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, total sebanyak 167 bangunan yang ludes terbakar di Desa Adat Sade. Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.

    Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.

    Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. Akibat kebakaran sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak.

  3. 3. Kerahkan 1.500 ASN bersihkan puing-puing Desa Adat Sade yang terbakar

    IMG_20260823_131427_007.jpg
    Kondisi Desa Adat Sade yang rata dengan tanah,Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Pathul mengatakan pada Rabu (26/8/2026), sebanyak 1.500 aparatur sipil negara (ASN) dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang terbakar. ASN Pemda Lombok Tengah bersama TNI/Polri bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan dan sisa abu bekas kebakaran.

    Dia mengaku sejak peristiwa kebakaran itu, setiap hari berada di Desa Adat Sade bersama Kapolresta Lombok Tengah dan Dandim untuk berdiskusi dengan masyarakat dan melihat keadaan masyarakat secara dekat. "Tadi kami melaksanakan gotong-royong bersama TNI/Polri, kemudian aparatur sipil negara yang ada di Kabupaten Lombok Tengah ada 1.500-an orang," sebutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More