Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ketua MPR Jawab Budie Arie: Pemilu Disiapkan Sesuai Siklus Lima Tahunan

Ketua MPR Jawab Budie Arie: Pemilu Disiapkan Sesuai Siklus Lima Tahunan
Ketua MPR Ahmad Muzani bicara PPHN. (IDN Times/Amir Faisol).
  • MPR menyiapkan proses demokrasi nasional sesuai ritme dan perencanaan dalam siklus lima tahunan.
  • Puan Maharani menegaskan pemerintahan dan pemilu harus berjalan setiap lima tahun sesuai konstitusi.
  • Gerindra belum membahas Pemilu 2029, sementara Budi Arie meminta maaf atas pernyataannya tentang percepatan politik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan proses demokrasi nasional agar berjalan sesuai ritme dan perencanaan yang telah ditetapkan dalam siklus lima tahunan.

Hal itu disampaikan Muzani di tengah munculnya pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan adanya percepatan momentum politik sebelum Pemilu 2029.

"MPR sedang mempersiapkan bagaimana proses demokrasi berjalan sesuai dengan ritme dan perencanaan yang dilakukan lima tahunan," kata Muzani di kediamannya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

  1. 1. Puan minta semua pihak ikuti konstitusi mengenai percepatan pemilu

    Ketua DPR Puan Maharani (kiri) dan Wakil Ketua DPR Sari Yuliati (kanan) dalam jumpa pers di Gedung DPR. (IDN Times/Amir Faisol).
    Ketua DPR Puan Maharani (kiri) dan Wakil Ketua DPR Sari Yuliati (kanan) dalam jumpa pers di Gedung DPR. (IDN Times/Amir Faisol).

    Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, sudah seharusnya pemerintahan berjalan per lima tahun. Hal ini telah sesuai dengan amanat konstitusi.

    Hal ini ditegaskan Puan Maharani menjawab pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie yang menyebut potensi penyelenggaraan pemilu mendatang dapat dipercepat menyusul dinamika sosial politik yang terjadi sekarang.

    "Sesuai dengan konstitusi, pemerintahan itu berjalan sesuai undang-undangnya per lima tahun," kata Puan Maharani di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

    Ketua DPP PDIP itu mengajak semua elemen masyarakat untuk taat aturan dan taat hukum dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan, pemilu tetap harus dilaksanakan per lima tahunan.

    "Jadi ikuti konstitusi yang ada dan ya sebagai warga negara yang taat hukum ya ikuti semua aturan itu dengan sebaik-baiknya. Pemilu per lima tahun ya kita lakukan setiap lima tahun," kata dia.

  2. 2. Gerindra jawab soal percepatan pemilu

    WhatsApp Image 2026-04-12 at 14.33.07.jpeg
    Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso (Dok. IDN Times)

    Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menegaskan, partainya memilih tetap fokus mengawal dan menyukseskan seluruh program Prabowo yang mengedepankan kepentingan rakyat. Belum ada pembahasan terkait kesiapan Pemilu 2029 di internal Partai Gerindra.

    "Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," kata Sugiat dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

    Sugiat menegaskan, bagi Gerindra, mengamankan dan mengawal program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029. Apalagi, penyelenggaraan Pemilu 2029 masih terlalu dini untuk dibahas.

    "Yang kami fokuskan saat ini adalah mengamankan dan mengawal program-program Pak Prabowo yang bermanfaaat bagi masyarakat Indonesia," kata Sugiat.

  3. 3. Budi Arie akhirnya minta maaf

    (IDN Times/Aryodamar)
    Ketua Umum Projo periode 2025-2030, Budi Arie Setiadi di Hotel Grand Sahid, Jakarta. (IDN Times/Aryodamar)

    Sementara itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan permohonan maaf atas viralnya potongan video pernyataannya, yang menyebut kemungkinan terjadinya percepatan pemilu sebelum 2029. Dia meminta maaf apabila pernyataan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.

    Pernyataan Budi Arie tersebut diucapkan dalam sebuah pertemuan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang juga dihadiri Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo.

    "Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini, yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan, dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ujar Budi Arie dalam pernyataan videonya yang dikirim kepada IDN Times, Rabu (26/8/2026).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More