Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia
Nyak Sandang (dokumentasi warga)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Nyak Sandang, donatur pesawat pertama Republik Indonesia, wafat di usia 99 tahun di Desa Lhuet, Aceh Jaya pada Selasa (7/4/2026).
  • Ia menyumbangkan hasil penjualan sawahnya senilai Rp100 pada 1950 untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia.
  • Selain sebagai donatur, Nyak Sandang juga pernah bertugas sebagai pasukan pengintai dan menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Donatur pesawat pertama Republik Indonesia asal Aceh, Nyak Sandang, meninggal dunia di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa (7/4/2026) siang.

Kabar duka itu datang dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian Nyak Sandang.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Teungku Nyak Sandang," kata Muzakir Manaf dalam unggahannya di akun Instagramnya, @muzakirmanaf1964.

Lalu seperti apa profil Nyak Sandang?

1. Profil Nyak Sandang, penyumbang dana pembelian pesawat Pertama RI, cikal bakal Garuda Indonesia

Nyak Sandang (dok. Instagram Gubernur Aceh)
Nyak Sandang (dok. Instagram Gubernur Aceh)

Nyak Sandang merupakan salah seorang penyumbang untuk pembelian pesawat Seulawah R1-001 pada saat awal kemerdekaan Republik Indonesia. Kala itu, ia mengaku menyumbangkan satu petak sawah seharga Rp100 pada 1950.

Hasil penjualan sawah tersebut kemudian ia sumbangkan untuk membeli pesawat yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia. Kakek asal Aceh Jaya itu masih ingat betul proses penggalangan dana untuk pembelian alat transportasi udara itu.

2. Nyak Sandang pernah menjadi pasukan pengintai

Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pembelian kapal Seulawah RI-001. (Dokumentasi warga)
Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pembelian kapal Seulawah RI-001. (Dokumentasi warga)

Selain menyumbang, Nyak Sandang juga ikut berjuang melawan penjajah dan bertugas sebagai pasukan pengintai. Sebagai kepala kelompok, Nyak Sandang bertanggung jawab penuh untuk pemantauan.

Dedikasi Nyak Sandang mendapat pengakuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia diberi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Istana Negara, Jakarta pada Senin (25/8/2025).

3. Nyak Sandang meninggal dunia di usia 99 tahun

Prabowo Subianto. (Dokumentasi Sekretariat Negara)
Nyak Sandang saat berjumpa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Dokumentasi Sekretariat Negara)

Cucu Sandang, Ataillah mengatakan, selama ini sang kakek lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Selain karena faktor usia, Nyak Sandang juga pernah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

Kini, Nyak Sandang dimakamkan di kampung halamannya, yakni Gampong Lhuet. Nyak Sandang lahir pada 4 Februari 1927 atau 99 tahun silam.

"Kakek meninggal lebih kurang hampir di umur 100 tahun," ujar Ataillah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More