Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Proses Regional WWF ke-10 Dorong Kolaborasi Pengelolaan Air Kawasan

Proses Regional WWF ke-10 Dorong Kolaborasi Pengelolaan Air Kawasan
Presiden World Water Council Loic Fauchon (kedua kanan) dan staf menyimak penyampaian pendapat dari perwakilan delegasi dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)
Share Article

Bali, IDN Times - Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon secara resmi membuka Sesi Proses Regional World Water Forum ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center, pada Selasa (21/5). Sesi Proses Regional merupakan bagian dari pertemuan World Water Forum ke-10 yang khusus membahas tentang praktik-praktik pengelolaan air yang berkelanjutan dan kolaboratif secara regional di negara-negara kawasan Asia Pasifik, Amerika, Mediterania, dan Afrika. 

"Proses regional sangatlah penting dalam forum ini. Proses regional merupakan tonggak yang signifikan dari keseluruhan pembahasan tentang air dalam minggu ini," kata Loic. 

1. Sesi krusial untuk mengatasi solusi atas masalah air di kawasan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Presiden World Water Council Loic Fauchon (kiri) menyampaikan paparan dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Presiden World Water Council Loic Fauchon (kiri) menyampaikan paparan dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)

Adapun sesi ini merupakan pertemuan yang sangat krusial di World Water Forum ke-10 karena mewakili setidaknya 80 persen masyarakat yang ada di seluruh dunia. Loic menyebut bahwa seluruh sesi proses regional dalam World Water Forum ke-10 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkolaborasi dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah air di masing-masing kawasan, maupun antar kawasan yang memiliki keterkaitan satu sama lain. 

"Semangat berkolaborasi tidak hanya menjadi pondasi yang kuat untuk masa depan (pengelolaan air) yang berkesinambungan, tetapi juga memainkan peran yang krusial dalam kesuksesan (pengelolaan air) dari masing-masing region. Dalam dua hari ke depan, setelah melalui proses yang telah berjalan selama ini, saya harapkan kita dapat hasil terbaik," katanya.

 Loic menilai bahwa proses regional ini penting untuk menambah pengetahuan langsung dari lapangan, berbagi pengalaman antar wilayah, sehingga hal-hal yang sukses di suatu wilayah dapat dilaksanakan di wilayah yang lain.

2. Mencari strategi yang sesuai kondisi dan kearifan lokal

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) bersama Presiden World Water Council Loïc Fauchon (kiri) menyimak penyampaian pendapat dari perwakilan delegasi dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) bersama Presiden World Water Council Loïc Fauchon (kiri) menyimak penyampaian pendapat dari perwakilan delegasi dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air yang juga Ketua Bidang VI Panitia Nasional Penyelenggaraan World Water Forum ke-10 Firdaus Ali menyebut proses regional dirancang untuk mendorong strategi yang disesuaikan kondisi dan kearifan lokal di kawasan.

"Dengan mempertemukan para ahli, pembuat kebijakan, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, kami bertujuan untuk membangun platform yang kuat untuk pertukaran pengetahuan, kerja sama, dan tindakan guna mengatasi masalah air," katanya.

3. Pemangku kepentingan diharapkan ambil langkah signifikan

Siluet Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kiri) bersama para delegasi Pertemuan Tingkat Menteri dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks pada rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)
Siluet Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kiri) bersama para delegasi Pertemuan Tingkat Menteri dalam agenda Adoption Ministerial Declaration and Closing Remarks pada rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali. (dok. Media Center World Water Forum 2024)

Diskusi dan aktivitas dalam proses regional akan menentukan hasil yang dapat ditindaklanjuti dan dapat diterapkan di masing-masing kawasan maupun antar kawasan. Dengan berfokus pada prioritas regional dan memupuk semangat kolaborasi, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mengambil langkah signifikan dalam mengatasi permasalahan air secara komprehensif dan berkelanjutan.

"Bersama-sama, kita mempunyai kekuatan untuk mengubah tantangan menjadi peluang, memastikan bahwa generasi masa depan mewarisi dunia dimana air dikelola secara bijaksana dan adil. Terima kasih atas dedikasi dan partisipasi Anda. Mari kita bekerja sama untuk menyukseskan inisiatif ini," kata Firdaus. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Evan Yulian
EditorEvan Yulian

Related Articles

See More

UI Jatuhkan Sanksi Skors ke Mahasiswa yang Terlibat Kasus Chat Pelecehan

03 Jun 2026, 00:41 WIBNews