Jakarta, IDN Times - Ismael "El Mayo" Zambada, salah satu pendiri kartel narkoba Sinaloa, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan federal Amerika Serikat (AS) di Brooklyn, New York, pada Senin (20/7/2026). Hukuman ini dijatuhkan oleh Hakim Distrik AS Brian Cogan sebagai puncak dari upaya panjang penegak hukum AS untuk mengadili sang buronan.
Bos Kartel Meksiko El Mayo Dihukum Penjara Seumur Hidup di AS

- Ismael 'El Mayo' Zambada, pendiri kartel Sinaloa, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di AS dan wajib menyerahkan aset senilai 15 miliar dolar AS hasil perdagangan narkoba.
- Penangkapan El Mayo pada Juli 2024 terjadi lewat operasi tipuan yang melibatkan putra El Chapo, sebelum akhirnya ia mengaku bersalah untuk menghindari hukuman mati.
- Penahanan El Mayo memicu perang internal antara faksi loyalisnya dan kelompok Chapitos, menyebabkan ratusan korban serta pengerahan ribuan tentara oleh pemerintah Meksiko.
Pria berusia 76 tahun tersebut juga diwajibkan menyerahkan aset senilai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp268 triliun) yang diperoleh dari hasil perdagangan narkoba. Hukuman penjara tanpa pembebasan bersyarat ini diberikan setelah Zambada setuju mengaku bersalah atas serangkaian dakwaan berat, termasuk konspirasi pemerasan dan memimpin organisasi kriminal.
1. Peran vital El Mayo di dalam kartel Sinaloa

Zambada mendirikan kartel Sinaloa bersama rekannya, Joaquin "El Chapo" Guzman, pada akhir 1980-an. Organisasi kriminal tersebut kemudian berkembang pesat menjadi salah satu sindikat kejahatan terbesar dan paling kejam di dunia.
Berbeda dengan El Chapo yang hidup dengan gaya flamboyan, Zambada lebih dikenal sebagai ahli strategi yang bergerak di belakang layar. Ia lebih banyak mengendalikan operasi harian kartel secara langsung dibandingkan rekannya tersebut.
Selama hampir empat dekade berkuasa, Zambada memimpin operasi yang menyelundupkan jutaan kilogram kokain, heroin, dan fentanil menuju wilayah AS. Ia juga bertanggung jawab mendalangi serangkaian pembunuhan sistematis serta menyuap banyak pejabat Meksiko agar bisnis terlarangnya aman dari jerat hukum.
"Ismael Zambada Garcia menghabiskan hampir empat dekade meracuni komunitas Amerika untuk meraup keuntungan miliaran dolar dan memerintahkan pembunuhan siapa pun yang menghalanginya," ujar Jaksa AS Joseph Nocella Jr, dilansir CBS News.
2. Kronologi penangkapan dramatis El Mayo

Penangkapan El Mayo pada Juli 2024 sempat mengejutkan banyak pihak. Ia berhasil diamankan oleh agen federal AS setelah berhasil menghindari perburuan internasional selama puluhan tahun.
Penangkapan ini merupakan hasil dari sebuah operasi tipuan yang dirancang dengan matang dan penuh manipulasi. Zambada dilaporkan diculik dan dipaksa masuk ke dalam pesawat pribadi oleh putra El Chapo, yakni Joaquin Guzman Lopez.
Zambada awalnya diyakinkan bahwa pesawat itu akan membawanya untuk meninjau landasan pacu rahasia di wilayah utara Meksiko. Namun, ia justru diterbangkan melintasi perbatasan dan mendarat di Texas, tempat aparat penegak hukum AS telah menunggu untuk menangkapnya.
Setelah berada di bawah tahanan AS, Zambada akhirnya mencapai kesepakatan pembelaan untuk mengaku bersalah pada Agustus 2025. Kesepakatan tersebut ia ambil sebagai langkah kompromi guna menghindari ancaman hukuman mati dari pihak kejaksaan.
3. Masa depan kartel usai penangkapan El Mayo

Penahanan Zambada telah memicu perang saudara di dalam struktur kartel Sinaloa. Konflik ini melibatkan faksi loyalis Zambada yang bertarung memperebutkan kendali melawan kubu pendukung putra-putra El Chapo yang dikenal dengan sebutan Chapitos.
Ratusan orang dilaporkan hilang akibat bentrokan antara dua kubu ini di negara bagian Sinaloa. Kekerasan yang terus memanas telah memaksa pemerintah Meksiko mengerahkan ribuan tentara untuk meredam situasi.
Meskipun tokoh paling berpengaruhnya kini dipenjara, hal tersebut dinilai tidak akan banyak mengurangi volume penyelundupan narkoba menuju AS. Posisi kepemimpinan yang kosong di dalam kartel diprediksi akan segera diisi kembali oleh tokoh kriminal baru yang siap mengambil kekuasaan.
"Jika ada satu hal yang bisa saya katakan yang bernilai hari ini, itu adalah: kekerasan harus diakhiri," ujar Zambada, dilansir BBC.





















