Pulihkan Akses Warga, TNI AD Dirikan 40 Jembatan Armco di Aceh

- TNI Angkatan Darat membangun 40 jembatan Armco di berbagai wilayah Aceh untuk memulihkan akses transportasi yang rusak akibat banjir dan longsor.
- Pembangunan jembatan tersebar di sejumlah kabupaten seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Utara guna menghubungkan kembali wilayah terdampak bencana.
- Program ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat dengan memperlancar mobilitas, distribusi logistik, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga Aceh.
Jakarta, IDN Times - Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor sempat merusak sejumlah infrastruktur di Provinsi Aceh. Kondisi tersebut membuat akses transportasi warga di beberapa wilayah terganggu dan memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk membantu memulihkan kondisi tersebut, TNI Angkatan Darat (AD) membangun 40 unit jembatan Armco di berbagai wilayah Aceh. Pembangunan ini menjadi bagian dari program pembangunan jembatan yang dilaksanakan TNI di berbagai daerah di Indonesia yang hingga kini sebanyak 218 jembatan telah berhasil dirampungkan.
1. TNI AD ingin memulihkan konektivitas wilayah terdampak bencana

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat bencana.
Menurut dia, keberadaan jembatan sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, terutama dalam aktivitas sehari-hari seperti distribusi logistik dan kegiatan ekonomi.
“Melalui pembangunan jembatan ini, TNI AD membantu memulihkan akses transportasi masyarakat sehingga aktivitas ekonomi dan distribusi logistik dapat kembali berjalan normal,” ujar Maruli.
2. Pembangunan jembatan tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh

Sebanyak 40 jembatan armco tersebut dibangun di beberapa wilayah kabupaten di Provinsi Aceh. Di Kabupaten Aceh Tamiang, jembatan dibangun di Alue Gadeng Dua, Alue Sentang, Terban, dan Blang Kandis.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur pembangunan dilakukan di Buket Kuta, Alue Buloh, Paya Biliesa, Blang Gleum, Buket Makmur, Lhok Seuntang, Gampong Baroh, Alur Pinrang, Alue Itam, Peunaron Lama, Alue Siwah, serta Keudongdong.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Kabupaten Bireuen tepatnya di Batee Raya, Juli Tambo, Krueng Juli, Alue Limeng, dan Salah Sirong Jaya. Kemudian di Kabupaten Aceh Utara jembatan dibangun di Buket Linteueng, Masjid Meuraksa, dan Bangka Jaya.
3. Diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat

Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana. Selain mempermudah akses transportasi, jembatan juga berperan penting dalam mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi warga.
Pembangunan ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat mengatasi dampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur di daerah.
Dengan akses yang kembali terbuka, diharapkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Aceh dapat kembali berjalan normal.


















