Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Risma Apresiasi Keras Baguna PDIP: Tak Kenal Waktu dan Tanpa Pamrih
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning menaiki mobil Baic meninjau langsung anggota dan relawan Baguna dengan puluhan unit ambulans yang siap diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana (dok. PDIP)

  • Relawan Baguna PDIP mendapatkan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sebagai bentuk perlindungan atas risiko kerja yang mereka hadapi.

  • Megawati Soekarnoputri menegaskan, Baguna dibentuk untuk kerja-kerja kemanusiaan yang bersifat teknis dan responsif, bukan sekadar berbasis teori.

  • Megawati menekankan pentingnya kesiapan lapangan, mulai dari penyediaan dapur umum, logistik yang sesuai kondisi bencana, hingga kebutuhan spesifik masyarakat terdampak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini mengungkapkan alasan partainya memberikan apresiasi kepada para pengemudi ambulans dan relawan kebencanaan yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Para relawan Baguna PDIP ini disebut bekerja tanpa mengenal waktu dan imbalan tetap.

Risma menuturkan, sopir ambulans kerap bekerja tanpa hari libur, bahkan tetap mengantar pasien pada hari Minggu maupun dini hari. Peran mereka juga tidak terbatas pada mengemudi, melainkan turut membantu berbagai kebutuhan darurat pasien. Terbaru, Baguna PDIP ikut diterjunkan untuk bertugas menolong warga yang terdampak bencana di Sumatra.

“Kadang saat mengantar pasien mereka harus mencari darah ke PMI, mengurus obat, bahkan mengurus asuransi kalau terjadi kecelakaan. Semua itu dilakukan oleh para sopir ini,” ujar Risma dalam acara Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban yang digelar Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

1. Relawan Baguna PDIP dapat asuransi

Seminar Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban yang digelar Baguna PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025) (dok. PDIP)

Berangkat dari kondisi tersebut, Risma bersama jajaran DPP PDIP berinisiatif memberikan apresiasi nyata. Awalnya, penghargaan ditujukan khusus kepada pengemudi ambulans, namun kemudian diperluas kepada relawan partai yang aktif membantu masyarakat di lapangan.

Ia menjelaskan, relawan PDI Perjuangan seperti Baguna dan tim kesehatan telah terlibat langsung dalam penanganan bencana dan berbagai kebutuhan kemanusiaan di sejumlah daerah. Atas dedikasi tersebut, partai menyiapkan lebih dari 2.000 penghargaan bagi relawan di seluruh Indonesia.

“Mereka ini tidak digaji oleh partai. Operasional ambulans pun mereka jalankan sendiri. Karena itu kami berupaya mencarikan CSR agar mereka bisa mendapatkan perlindungan,” jelas Risma.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Para pengemudi ambulans dan relawan kini mendapatkan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sebagai bentuk perlindungan atas risiko kerja yang mereka hadapi. Risma berharap apresiasi ini dapat memperkuat kapasitas relawan dalam membantu masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa Indonesia rawan bencana. Yang terpenting adalah bagaimana mitigasinya supaya tidak banyak korban,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Risma bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning berkeliling dengan mobil Baic meninjau langsung anggota dan relawan Baguna dengan puluhan unit ambulans yang siap diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana, termasuk di Sumatra.

2. Megawati soroti kerja Baguna: Urusan kemanusiaan, bukan urusan politik

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dok. PDIP)

Sementara, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan, Baguna dibentuk untuk kerja-kerja kemanusiaan yang bersifat teknis dan responsif, bukan sekadar berbasis teori.

“Begitu Baguna turun, yang utama adalah buka dapur umum. Dapur umum itu untuk siapa pun yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang apa pun. Ini urusan kemanusiaan, bukan urusan politik,” tegas Megawati.

3. Megawati ingatkan agar bantuan tidak asal memberikan barang

Kepala Baguna PDIP DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth (dok. Baguna PDIP)

Megawati lantas menekankan pentingnya kesiapan lapangan, mulai dari penyediaan dapur umum, logistik yang sesuai kondisi bencana, hingga kebutuhan spesifik masyarakat terdampak seperti air bersih, makanan hangat, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta kebutuhan perempuan.

Ia juga mengingatkan agar bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan dan tidak asal memberikan barang, serta mendorong pencatatan wilayah rawan bencana sebagai bagian dari upaya mitigasi jangka panjang.

Editorial Team