Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sandiaga Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar
Pendiri Sandination, Sandiaga Uno meresmikan Rocket Acceleration, bagian dari program Rocket Youthpreneur Incubation, di Jakarta, Senin (18/8/2025). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Sandiaga Uno mendorong UMKM memanfaatkan AI, inovasi teknologi, potensi lokal, jejaring, dan kolaborasi untuk memperkuat pemasaran serta memperluas jangkauan pasar.

  • Program inkubasi diharapkan membantu UMKM mengenali peluang melalui pembelajaran pemasaran digital, pengembangan produk, dan pencatatan keuangan agar usaha berkembang lebih terarah.

  • Ngatiyem, pengusaha jamu instan dari Bogor, memakai AI untuk membuat promosi lebih bervariasi setelah pelatihan; ia melaporkan omzet dan jumlah reseller meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebelum mengikuti inkubasi

Ngatiyem memasarkan jamu instan H’Dayah melalui media sosial. Materi promosinya monoton dan penjualan sempat lesu.

Setelah mengikuti pelatihan

Ngatiyem mempelajari pemanfaatan AI untuk membuat materi promosi lebih bervariasi. Ia menyatakan omzet dan jumlah reseller meningkat selama mengikuti inkubasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sandiaga Salahuddin Uno mendorong UMKM memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pemasaran, pengembangan produk, dan perluasan jangkauan pasar melalui inovasi serta adaptasi teknologi.
  • Who?
    Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Founder Yayasan Indonesia Setara, pelaku UMKM, serta Ngatiyem, pengusaha jamu instan H’Dayah asal Ciawi, Kabupaten Bogor.
  • Where?
    Dorongan tersebut disampaikan di Jakarta, sementara contoh pelatihan melibatkan Ngatiyem dari Ciawi, Kabupaten Bogor.
  • When?
    Waktu penyampaian dorongan dan pelaksanaan pelatihan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Pemanfaatan AI didorong agar UMKM dapat berinovasi, beradaptasi dengan teknologi, meningkatkan pemasaran, mengenali peluang baru, serta membangun jejaring dan kolaborasi usaha.
  • How?
    Melalui program inkubasi, pelaku UMKM mendapat pembelajaran pemasaran digital, pengembangan produk, pencatatan keuangan, dan penggunaan AI. Ngatiyem memakai AI untuk membuat materi promosi lebih bervariasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sandiaga Uno mengajak orang yang punya usaha kecil memakai AI supaya jualannya dikenal lebih banyak orang. Ngatiyem dari Bogor belajar memakai AI untuk membuat iklan jamu instan H’Dayah lebih menarik. Ia ikut pelatihan dari Yayasan Indonesia Setara. Sekarang uang jualannya naik dan orang yang menjual lagi produknya juga bertambah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk meningkatkan pemasaran dan mengembangkan usaha.

Menurut Sandiaga, pelaku UMKM perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, agar mampu memperluas jangkauan pasar. Selain itu, pendampingan dan penguatan jejaring juga diperlukan untuk mendukung keberlanjutan usaha.

“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Pelaku UMKM perlu terus belajar, berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, serta membangun jejaring dan kolaborasi,” ujar Sandiaga.

1. Inkubasi agar UMKM kenali peluang

Sandiaga Uno dalam sesi "Creative Industries and Cultural Heritage: Blending Tradition with Modernity" di acara IMGS pada Rabu (23/10/2024). (IDN Times/Tata Firza)

Sandiaga mengatakan, pendampingan melalui program inkubasi diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengenali peluang baru, dan mengembangkan usaha secara lebih terarah.

Melalui pembelajaran pemasaran digital, pengembangan produk, serta pencatatan keuangan, pelaku UMKM diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas pasar.

2. Pelatihan untuk kembangkan usaha

Pelaku UMKM memanfaatkan AI. (dok. Istimewa)

Salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan usaha terlihat dari perjalanan Ngatiyem, pelaku UMKM asal Ciawi, Kabupaten Bogor, yang mengembangkan usaha jamu instan H’Dayah.

Ngatiyem mengikuti program Inkubasi Mitra Inkubator GAN yang mendapat pelatihan dari Yayasan Indonesia Setara. Melalui program tersebut, ia memperoleh pengetahuan baru untuk mengembangkan produk dan pemasaran.

3. Omzet naik berkat AI

Gemini AI (gemini.google.com)

Sebelum mengikuti inkubasi, Ngatiyem memasarkan produknya melalui media sosial. Namun, materi promosi yang dibuatnya masih cenderung monoton, sementara penjualan sempat mengalami kelesuan.

Setelah mengikuti pelatihan, ia mulai mempelajari pemanfaatan AI untuk membuat materi promosi yang lebih bervariasi. Teknologi tersebut membantunya mengembangkan cara penyampaian informasi produk kepada calon konsumen.

“Alhamdulillah ada peningkatan omzet selama ikut inkubasi, dan alhamdulillah bertambah reseller,” ujar Ngatiyem.

Curated For You

Editorial Team

Related Article