Comscore Tracker

KPK: OTT di Cianjur Terkait Setoran dari Kepala Sekolah ke Bupati

Dari lokasi diamankan uang Rp1,5 miliar

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi melakukan operasi senyap pada Rabu subuh (12/12) di Kabupaten Cianjur. Dari OTT itu diamankan enam orang, termasuk Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. 

Keenam orang itu sudah dibawa ke kantor lembaga antirasuah. Menurut Syarif, KPK melakukan operasi penindakan, karena diduga sudah terjadi transaksi suap terhadap penyelenggaraan negara. 

"Sebelumnya KPKmendapat informasi akan ada penyerahan uang terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur. Setelah kami lakukan pengecekan di lapangan, terdapat bukti awal adanya dugaan pemberian suap untuk kepala daerah," kata Syarif melalui keterangan tertulis sore ini. 

Lalu, barang bukti apa saja yang berhasil disita dari operasi senyap hari ini?

 

1. KPK menyita barang bukti uang tunai Rp1,5 miliar

KPK: OTT di Cianjur Terkait Setoran dari Kepala Sekolah ke BupatiUnsplash.com/belart84

Dalam OTT hari ini, KPK mengamankan uang tunai sekitar Rp1,5 miliar yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah. Namun, menurut Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, tim penyidik masih ada di lapangan sehingga belum bisa memberikan informasi yang lebih rinci. 

Baca Juga: [BREAKING] KPK Gelar OTT ke-28 di Kabupaten Cianjur

2. Bupati Cianjur ikut diamankan oleh KPK

KPK: OTT di Cianjur Terkait Setoran dari Kepala Sekolah ke Bupati(Bupati Cianjur Irvan Rivano) www.cianjurkab.go.id

Dalam operasi senyap pada subuh tadi, KPK berhasil mengamankan enam orang yakni Bupati Cianjur, kepala dinas dan kepala bidang dari unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan pihak lain. 

Irvan Rivano diketahui dilantik sebagai Bupati Cianjur pada 2016 lalu dan menjabat hingga 2021. Ia maju sebagai Bupati diusung oleh Partai Golkar. 

3. Status hukum Bupati Cianjur akan diumumkan malam ini

KPK: OTT di Cianjur Terkait Setoran dari Kepala Sekolah ke Bupati(Ilustrasi kepala daerah) IDN Times/Sukma Shakti

Status hukum Bupati Irvan kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif akan diumumkan melalui keterangan pers. 

"KUHAP memberikan waktu kepada KPK selama maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut. Hasilnya lebih lengkap akan disampaikan di dalam jumpa pers," kata Syarif. 

Baca Juga: Curhat Pimpinan KPK Disebut Kambing Karena Kasus Novel Tak Terungkap

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You