Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[UPDATE] Ada Tambahan 6.993 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini

[UPDATE] Ada Tambahan 6.993 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times - Kasus harian COVID-19 kembali mengalami lonjakan diduga dampak dari aktivitas mudik pada Idulfitri lalu. Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan dalam kurun waktu 24 jam terakhir ditemukan 6.993 kasus COVID-19.

Angka ini mengalami kenaikan bila dibandingkan pada Minggu, 6 Juni 2021, yakni 5.832. Dengan demikian, total kasus positif COVID-19 di Indonesia saat ini berjumlah 1.863.031. 

Sementara, angka kematian harian juga dilaporkan meningkat pada hari ini, yaitu 190 orang. Sehingga, akumulasi angka kematian mencapai 51.803 jiwa. 

Sementara angka kesembuhan harian pada hari ini dilaporkan 5.594. Akumulasi kasus kesembuhan kemudian menjadi 1.711.565. 

Namun yang semakin mengkhawatirkan yaitu angka kasus aktif COVID-19 malah terus bertambah. Angkanya mendekati 100 ribu atau kembali ke posisi sebelum Ramadan 2021. Kasus aktif bertambah 1.208 sehingga total mencapai 99.663 pasien yang tengah dirawat. 

Lalu, berapa angka positivity rate yang dilaporkan pada hari ini?

1. Positivity rate harian COVID-19 pada hari ini mencapai 13,58 persen

Ilustrasi tenaga kesehatan (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Ilustrasi tenaga kesehatan (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Menurut data yang dilaporkan oleh Satgas Penanganan COVID-19, dalam kurun waktu 24 jam jumlah orang yang dites mencapai 51.495. Dari angka tersebut, 25.501 orang dites dengan tes PCR, 376 dengan TCM dan 25.618 menggunakan tes antigen. Namun, dari tes tersebut mayoritas menunjukkan hasil tes negatif. 

Sedangkan, angka positivity rate harian mencapai 13,58 persen. Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith, Brisbane, Australia, pandemik di suatu negara bisa dikatakan dalam kondisi terkendali bila berada di bawah angka 5 persen. 

Situasi itu bisa memburuk lantaran sudah ditemukan transmisi lokal dari varian COVID-19 yang dianggap mengkhawatirkan. 

2. Jumlah warga yang terima vaksin COVID-19 baru 17.775.918

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19, jumlah warga yang menerima vaksin dosis pertama bertambah 132.315. Sehingga, total warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 17.775.918. 

Sementara umlah warga yang menerima suntikan vaksin dosis kedua mencapai 70.312. Sehingga, total warga yang sudah divaksinasi kali kedua mencapai 11.197.069. Padahal, target sasaran vaksin COVID-19 yang ditetapkan pemerintah mencapai 40.349.049. Artinya, jumlah warga yang masih harus divaksinasi masih banyak. 

3. Jumlah pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet 'meledak' usai libur Idulfitri

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat (IDN Times/Besse Fadhilah)
Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat (IDN Times/Besse Fadhilah)

Sesuai prediksi, keterisian Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet mengalami lonjakan dua minggu usai libur Idulfitri. 

Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayor Jenderal dr. Tugas Romanto per 5 Juni 2021 lalu, jumlah pasien yang dirawat sudah mencapai 2.590 atau meningkat 43,2 persen sejak 18 Mei 2021 lalu. Ketika itu, jumlah pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet hanya 900 orang atau 15 persen. 

Tugas mengatakan kenaikan pasien COVID-19 disumbang dari klaster pemudik yang baru kembali ke Ibu Kota usai libur Lebaran di pertengahan Mei lalu."Tentunya ini arus mudik memberi kontribusi peningkatan pasien di Wisma Atlet. Dari cek poin pemeriksaan dilaporkan di sana ada yang positif, langsung dikirim ke sini," ujar Tugas sebelumnya pada 2 Juni 2021 lalu. 

Tugas mengingatkan bahwa RS Wisma Atlet bisa penuh pasien bila masyarakat tidak patuh pada protokol kesehatan. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat tidak lengah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Santi Dewi
EditorSanti Dewi
Follow Us

Latest in News

See More

Ribuan Warga Demo di Prancis, Protes Tewasnya Aktivis Sayap Kanan

23 Feb 2026, 06:09 WIBNews