Marak Kasus TBC di Malaysia, Warga Diimbau Pakai Masker

- Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 596 kasus TBC baru pada pekan epidemiologi keenam Februari 2026, sehingga total nasional mencapai 3.161 kasus.
- Pemerintah mengimbau warga memakai masker, menjaga ventilasi ruangan, serta segera memeriksakan diri bila batuk lebih dari dua minggu untuk mencegah penularan.
- Sekitar 85 persen pasien TBC di Malaysia merupakan warga lokal, dengan WHO memperkirakan angka sebenarnya bisa lebih tinggi dari laporan resmi pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan tuberkulosis (TBC) di tengah keramaian pasar Ramadan dan acara buka puasa bersama.
"Terdapat 596 kasus TBC baru dilaporkan secara nasional selama pekan epidemiologi keenam dari tanggal 8-14 Februari 2026," kata kementerian tersebut pada Sabtu (21/2/2026), dikutip dari The Straits Times.
MOH juga mengungkapkan bahwa dengan tambahan baru tersebut, total kasus TBC di Negeri Jiran menjadi 3.161 kasus.
1. Apa saja langkah Kemenkes Malaysia?
MOH menegaskan bahwa interaksi sosial yang lebih tinggi selama bulan Ramadan dapat meningkatkan risiko terpapar.
Menurut kementerian tersebut, ruang yang ramai, tertutup, dan berventilasi buruk dapat meningkatkan risiko penularan. Ini terutama jika ada individu dengan TBC aktif yang belum menjalani pengobatan.
"Berbeda dengan influenza atau COVID-19, tuberkulosis menyebar lebih lambat dan biasanya memerlukan paparan yang berkepanjangan dan berulang. Kesadaran publik dan langkah proaktif sangat penting untuk deteksi dini, pengobatan efektif, dan pencegahan penyebaran penyakit," demikian pernyataan MOH.
2. Persebaran kasus TBC di Malaysia berdasarkan geografis

Data menunjukkan sebaran kasus yang signifikan di beberapa wilayah utama, yakni Sabah 755 kasus, Selangor 596 kasus, Sarawak 332 kasus, Johor 280 kasus, serta Kuala Lumpur dan Putrajaya sebanyak 244 kasus. Sementara itu, Melaka mencatat 48 kasus dan Wilayah Federal Labuan mencatatkan jumlah terendah dengan 18 kasus.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah Malaysia mengimbau warganya untuk menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, memastikan ventilasi ruangan yang baik, dan menggunakan masker di tempat ramai atau jika bergejala. Pihaknya juga mendesak warga untuk segera memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu.
3. Kasus TBC di Malaysia mayoritas diderita warga lokal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa kasus TBC di Malaysia mungkin kurang dilaporkan. Meskipun negara tersebut melaporkan tingkat kejadian sekitar 70 infeksi TBC per 100 ribu orang dari 2023-2024, tetapi WHO memperkirakan bahwa angka sebenarnya bisa mendekati 110 per 100 ribu.
Menurut para dokter Malaysia, keberadaan klaster aktif menunjukkan penularan TBC belum berhenti dan semakin sulit dilacak. Mereka memperingatkan bahwa penyakit ini akan lebih sulit dikendalikan setelah menyebar di luar rumah tangga ke tempat kerja, asrama, penjara, atau sekolah.
Venu Gopalan, seorang dokter yang berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan data kesehatan resmi menunjukkan sekitar 85 persen pasien TBC didominasi oleh warga lokal, dengan warga asing menyumbang kasus sisanya.
"Pengobatan tipikal terhadap TBC membutuhkan waktu setidaknya enam bulan. Penting bagi pasien untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin. Sebab, mereka dapat menjadi tidak menular dalam waktu dua minggu dan pulih sepenuhnya tanpa menderita kerusakan paru-paru," kata Venu, dikutip dari SCMP.


















