Balita di Italia Meninggal usai Terima Donor Jantung Rusak

- Seorang balita bernama Domenico di Italia meninggal setelah menerima donor jantung rusak yang diduga terbakar akibat es kering saat pengiriman dari Bolzano ke Naples.
- Penyelidikan dilakukan terhadap enam tenaga medis, sementara keluarga berencana mendirikan yayasan untuk membantu korban malapraktik dan anak-anak yang membutuhkan transplantasi.
- Perdana Menteri Giorgia Meloni menyampaikan belasungkawa dan menegaskan pentingnya penyelidikan transparan agar kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan tetap terjaga.
Jakarta, IDN Times - Seorang balita di Italia meninggal usai menerima donor jantung dalam kondisi rusak. Kasus dugaan malapraktik medis ini sontak memicu kemarahan publik.
Domenico, yang berusia 2 tahun, meninggal pada Sabtu (21/2/2026) pagi, setelah menjalani perawatan intensif selama berminggu-minggu di Rumah Sakit Monaldi di kota Naples. Ia menjalani transplantasi pada Desember 2025 dengan menggunakan jantung yang dilaporkan rusak akibat bersentuhan langsung dengan es kering saat proses pengiriman ke rumah sakit.
Pihak berwenang kini tengah menyelidiki enam tenaga medis terkait kasus tersebut.
1. Organ tersebut diangkut tanpa prosedur yang tepat

Dilansir dari BBC, pengacara keluarga Domenico, Francesco Petruzzi, mengatakan bahwa jantung tersebut tiba dalam kondisi terbakar akibat frostbite (radang dingin). Organ itu dilaporkan diangkut sejauh 800 km dari Bolzano ke Naples dalam wadah yang tidak sesuai dan tanpa termometer untuk memperingatkan tim medis mengenai suhu yang terlalu rendah.
Domenico telah bergantung pada alat penunjang hidup selama hampir 2 bulan. Ibunya, Patrizia Mercolino, sempat memohon bantuan kepada Paus untuk menolong putranya.
"Sudah berakhir. Domenico sudah pergi," kata Mercolino kepada wartawan pada Sabtu. Ia menambahkan bahwa yayasan akan didirikan atas nama putranya.
Petruzzi mengungkapkan bahwa yayasan tersebut diperuntukkan bagi semua anak yang tidak bisa mendapatkan transplantasi serta untuk membantu korban malapraktik dan kelalaian medis.
2. Kondisi Domenico tidak memungkinkan untuk menjalani transplantasi kedua

Sebelumnya, pada Rabu (18/2/2026), panel dokter spesialis anak menyimpulkan bahwa kondisi Domenico tidak memungkinkan untuk menjalani transplantasi kedua. Menurut para dokter, penggunaan alat penunjang hidup dalam jangka panjang kemungkinan telah mengganggu fungsi paru-paru, hati, dan ginjalnya.
Saat itu, Petruzzi mengatakan bahwa keluarga ingin meninjau seluruh catatan medis terkait.
“Jika masa untuk berharap telah berakhir, maka masa untuk pertanggungjawaban telah dimulai," ujarnya.
3. Perdana Menteri Italia ucapkan belasungkawa

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan bahwa seluruh rakyat Italia turut berduka atas kepergian Domenico, yang disebutnya sebagai pejuang yang tak akan pernah terlupakan.
“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus dan simpati yang mendalam kepada ibunya Patrizia, ayahnya Antonio, dan seluruh orang yang mereka cintai. Saya yakin pihak berwenang yang kompeten akan mengungkap sepenuhnya insiden mengerikan ini," tulisnya di X.
Menteri Kesehatan Italia, Orazio Schillaci, sebelumnya menyampaikan kekhawatirannya bahwa donasi organ dapat menurun akibat kasus tersebut. Ia menyerukan adanya kejelasan guna memastikan kepercayaan terhadap layanan kesehatan nasional tetap terjaga, dilansir dari The Straits Times.


















