Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ISIS Serang Suriah, Mau Gulingkan Rezim Presiden Al-Sharaa?

ISIS Serang Suriah, Mau Gulingkan Rezim Presiden Al-Sharaa?
potret Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa (kanan) dan Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib (kiri) (commons.wikimedia.org/EC - Audiovisual Service)
Intinya Sih
  • ISIS melancarkan dua serangan di Mayadin dan Raqqa, Suriah, menewaskan sejumlah personel militer dan warga sipil dari Divisi ke-42 pada Sabtu, 21 Februari 2026.
  • Serangan tersebut diklaim sebagai upaya ISIS menggulingkan rezim Presiden Ahmed Al-Sharaa yang dianggap lalim seperti pendahulunya, Bashar Al-Assad.
  • Tensi meningkat sejak Al-Sharaa bekerja sama dengan Donald Trump untuk membasmi ISIS, hingga akhirnya kelompok itu memerintahkan pasukannya menyerang rezim baru Suriah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim telah menyerang pasukan militer Suriah yang berada di bagian timur dan utara negara tersebut. Serangan itu dilakukan pada Sabtu (21/2/2026).

Serangan pertama terjadi di Kota Mayadin, Provinsi Deir al-Zor, Suriah timur. Di sana, ISIS menyerang pasukan Suriah menggunakan pistol biasa. Sementara itu, serangan kedua terjadi di Kota Raqqa, Suriah utara. Di kota tersebut, ISIS menyerang pasukan Suriah menggunakan senjata mesin.

Menurut Kementerian Pertahanan Suriah, beberapa personel dan warga sipil dinyatakan tewas dalam serangan tersebut. Para personel yang tewas diketahui merupakan anggota dari Pasukan Divisi ke-42. 

1. Serangan dilakukan sebagai upaya menggulingkan rezim Presiden Ahmed Al-sharaa

Bendera Suriah sedang berkibar.
potret bendera Suriah (pexels.com/Hala Hejazy)

ISIS menyebut serangan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menggulingkan rezim pemerintahan baru Suriah yang dipimpin Presiden Ahmed Al-Sharaa. Sebab, sedari awal, ISIS tidak setuju Al-Sharaa menjadi pemimpin baru Suriah. Mereka menganggap kepemimpinan Al-Sharaa akan lalim seperti kepemimpinan Presiden Suriah sebelumnya, Bashar Al-Assad.

“(Kami telah menyerang) seorang individu dari rezim Suriah yang murtad,” bunyi pernyataan resmi ISIS, seperti dilansir The Strait Times

Al-Sharaa sendiri merupakan mantan petinggi Al-Qaeda. Pada 2016, ia mengundurkan diri dari organisasi teroris tersebut dan mendirikan kelompok milisi Islamis yang menggulingkan rezim Al-Assad pada 2024 lalu.

2. Tensi antara ISIS dan Al-Sharaa makin meningkat sejak November 2025

Sebuah stiker bertulisan ISIS tertempel di dinding.
potret tulisan ISIS (pexels.com/Patrick)

Tensi antara ISIS dan Al-Sharaa memang makin meningkat sejak November 2025 lalu. Sebab, saat itu, Al-Sharaa bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melakukan kerja sama global guna membasmi ISIS.

Dalam pertemuan tersebut, Trump berjanji akan membantu Al-Sharaa dan Pemerintah Suriah untuk membasmi seluruh kelompok teroris dari muka bumi, termasuk ISIS.

“Kita akan melakukan apa pun untuk membuat Suriah menjadi negara yang sukses,” kata Trump dilansir LBC.

3. Serangan dilakukan tidak lama usai ISIS meminta pasukannya menyerang rezim Al-Sharaa

Seorang prajurit sedang mengintai musuh.
ilustrasi anggota ISIS (pexels.com/Specna Arms)

Serangan terhadap pasukan Suriah di Kota Mayadin dan Raqqa ini terjadi tidak lama setelah ISIS memerintahkan pasukannya untuk menyerang rezim Al-Shara. Perintah tersebut disampaikan oleh Juru Bicara ISIS, Abu Huzaifa Al-Ansari, dalam pesan radio.

“Anggota ISIS di Suriah harus melawan rezim Suriah yang baru dengan pemerintahan sekulernya dan tentara nasional,” bunyi rekaman suara Al-Ansari yang tersebar di internet pada Jumat.

Itu merupakan pesan radio pertama yang disampaikan oleh Al-Ansar sebagai Juru Bicara ISIS sejak 2 tahun yang lalu. Sebab, Al-Ansar terakhir kali menyampaikan pesan radio kepada pasukan ISIS pada Januari 2024 silam. Saat itu, ia memerintahkan pasukan ISIS untuk membasmi umat Yahudi di seluruh dunia sebagai balasan atas invasi militer Israel di Palestina pada Oktober 2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More