Jakarta, IDN Times - Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi se-Indonesia membacakan 'Seruan Jembatan Serong II' pada Senin (5/2/2024). Ada berbagai hal yang disinggung dalam seruan ini, termasuk mengingatkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo tentang dinamika politik saat ini.
"Kepada setiap pemangku jabatan negara dan pemerintahan khususnya kepada Bapak Presiden, kami mengingatkan bahwa bersikap jujur dan adil adalah cara berpikir dan laku dalam bernegara. Kekuasaan yang dijalankan secara lancung akan merusak etika. Kemudian hukum akan ikut rusak juga," ujar Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Simon Petrus Tjahjadi, saat membacakan seruan di Jakarta.