Serangan Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina dan Lukai 32

- Rentetan serangan Israel di Gaza menewaskan lima warga Palestina dan melukai 32 orang, meliputi serangan drone, penembakan, serta tembakan artileri di utara, tengah, dan selatan.
- Serangan terbaru menyasar pos pemeriksaan di Al-Mawasi, rumah di Khan Younis, dan kawasan Jabalia; korban juga mencakup anak-anak, lansia, nelayan, serta warga sipil.
- Sejak Oktober 2023, perang Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 74 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 175 ribu orang; lebih 1.500 tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025.
Jakarta, IDN Times - Rentetan serangan militer Israel menewaskan lima warga Palestina dan melukai 32 orang lainnya di Jalur Gaza pada Selasa (27/10/2026). Sementara itu, menurut sumber medis, seorang anak perempuan berusia enam tahun dan seorang pria dinyatakan meninggal dunia akibat luka dari serangan sebelumnya.
Rangkaian serangan tersebut berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan umum parlemen Israel. Rentetan serangan pengeboman dan penembakan tersebut dilaporkan melanda berbagai wilayah Jalur Gaza, mulai dari utara, tengah, hingga selatan.
1. Serangan drone menyasar pos pemeriksaan dan permukiman

ilustrasi drone militer (Beograd007, CC0, via Wikimedia Commons) Pada serangan terbaru, serangan drone Israel menewaskan tiga warga Palestina dan melukai 15 orang lainnya di dekat Masjid Muawiya di kawasan Al-Mawasi, Rafah, Gaza selatan. Sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa lima korban luka di pos pemeriksaan pemerintah tersebut mengalami luka serius. Sumber-sumber menyampaikan kepada koresponden Anadolu bahwa serangan tersebut menargetkan pos pemeriksaan pemerintah Gaza yang bertugas memantau truk komersial yang masuk melalui perlintasan Kerem Shalom.
Gempuran lainnya terjadi pada Rabu (28/10/2026) saat sebuah drone menghantam atap rumah di pusat Khan Younis, Gaza selatan, dan menewaskan Mohammed Alyan al-Bayouk yang berusia 33 tahun. Peristiwa itu juga melukai tiga orang lain, termasuk seorang perempuan lanjut usia. Serangan terpisah menggunakan drone di dekat Jalan Al-Tina, kawasan Al-Mawasi di Khan Younis, melukai lima warga sipil lainnya.
2,. Korban tewas bertambah dan rentetan tembakan di berbagai wilayah Gaza

Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons) Di Gaza utara, pasukan militer Israel menembak mati Mahmoud Samih al-Harsh yang berumur 28 tahun di Jalan al-Hawja, kamp pengungsi Jabalia. Sumber medis mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Anadolu. Sementara itu, dua warga meninggal setelah bertahan dari luka akibat serangan sebelumnya, yakni seorang anak perempuan berusia enam tahun bernama Tahani Mohammed Saeed Shalalfeh yang meninggal di Khan Younis usai tertembak di Al-Mawasi pada Senin (26/10/2026), serta Ahmed Yassin Bseiso yang terluka beberapa hari sebelumnya di Jalan al-Thawra, pusat Kota Gaza.
Eskalasi tembakan juga menimbulkan korban luka di berbagai titik kawasan tengah Gaza. Serangan udara di Jalan Al-Eshreen sebelah utara kamp pengungsi Nuseirat melukai tiga orang pejalan kaki, dengan dua di antaranya mengalami luka serius. Tembakan drone di timur Deir al-Balah melukai sedang satu warga, sementara tembakan militer di timur kamp pengungsi Bureij melukai dua orang lainnya termasuk seorang anak, menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Awda.
Dilansir Anadolu, kekerasan militer turut menimpa seorang nelayan yang terluka akibat serpihan bom dari drone di lepas pantai Khan Younis, menurut keterangan sumber pertahanan sipil. Insiden penembakan oleh tentara Israel juga melukai dua warga lainnya di Qizan Rashwan dan wilayah timur Kota Hamad. Selain itu, kapal perang Israel melepaskan tembakan meriam dan senapan mesin ke arah warga di pantai dekat kamp pengungsi al-Shati sebelah barat Kota Gaza, menurut sumber-sumber lokal.
3. Lebih dari 1.500 warga tewas pasca gencatan senjata

Gaza (pexels.com/Mohamed Zarandah) Operasi militer Israel di Jalur Gaza telah menghancurkan sebagian besar fasilitas kehidupan warga. Sejak Oktober 2023, perang yang dilancarkan Israel telah menewaskan lebih dari 74 ribu warga Palestina dan menyebabkan lebih dari 175 ribu orang luka-luka. Kehancuran berskala luas tersebut dilaporkan merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil di seluruh wilayah kantong tersebut.
Kekerasan di lapangan terus berlangsung meski kesepakatan sempat disepakati sebelumnya. Lebih dari 1.500 warga Palestina telah kehilangan nyawa di Jalur Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025 mulai berlaku.





















